~ Boneka ~

Posted in ULASAN DAN SIGI on Januari 3, 2018 by ~padusi~

boneka-kainJangan dikira bahwa Boneka hanyalah milik dunia anak. Fantasi anak dalam bersosialisasi dan bermasyarakat dapat diawali melalui permainan sebuah boneka (bahasa Portugis “Boneca”). Ia dapat berperan sebagai seorang ibu dengan menimang bayi – menina bobokkan – memandikan dan membedungnya. Namun akan terasa janggal rasanya, jika jenis mainan yang paling tua ini – karena sejak zaman dulu boneka sudah ada – dimainkan oleh anak laki-laki kecil. Walaupun saat ini sekarang juga ada boneka lelaki macho untuk mengimbangi boneka Barbie. Bagi anak lelaki cukup memiliki robot-robotan dalam menggugah fantasi mereka agar ia menjadi “seorang hero”. Baca lebih lanjut

Iklan

Falsafah alam : kunang kunang

Posted in CERITA - NOVEL with tags on Januari 3, 2018 by ~padusi~

Perjalanan ribuan mil selalu diawali dari satu langkah
jika langkahku salah aku akan mundur
tanpa aku membalikkan badan
Aku tetap melangkah menatap kedepan

Jika aku tersandung
pertanda ada kelalaian dalam diriku
Aku akan tersungkur ketika aku tak kokoh
Bahkan ketika terjerembab diriku akan penuh luka

Walau aku tak pernah jadi matahari

Aku kan jadi bulan

Walau aku tak pernah jadi bulan

Aku kan jadi bintang

Ketika aku menjadi bintang
Belumlah cukup menyinari bumi
Belumlah cukup berbagi cahaya
karena begitu banyak yang akan disinari

Walau aku tak menjadi bintang
Cukuplah aku menjadi seekor kunang-kunang

Kunang-kunang tak dapat menyinari yang lain

Namun dapat menyinari diriku sendiri Baca lebih lanjut

Lagu lompong sagu berbuah kehamilan

Posted in MY FAMILI with tags on Januari 3, 2018 by ~padusi~

Betapa hati ini menjadi sedih, ketika sang suami menyanyikan lagu :

Lompong sagu… lompong sagu bagulo lawang 2 x

Ditangah-tangah karambia mudo 2 x

Sadang katuju 2 x diambiak urang 2 x

Awak juo awak juo 2x malapeh haa oo…

Terasa bagiku, lagu ini mengiris hati, karena lagu ini adalah sindirian dan gurauan yang dilantunkan sang suami. Ia rupanya mendambakan seorang anak perempuan. Ya… anak perempuan sangat berati bagi keluarga di Ranah Minang. Karena ia adalah penerus garis keturunan ibunya. Jika tidak ia dikatakan « urang punah ». Baca lebih lanjut

Tuan Elok, Tuang Manis, Tuan Sayang

Posted in MY FAMILI with tags on Januari 3, 2018 by ~padusi~

Apa yang akan menjadi kenangan bagiku pada masa nanti, adalah mengisahkan olah laku anak anak balitaku. Sebagaimana yang telah diceritakan pada bagian yang lalu, bahwa Iman – puteraku yang ketiga, terlama menikmati air susu ibu yaitu selama 33 bulan. Sebagai balita ia  mendapat perlindungan penuh dari ku. Terlama menikmati dekapan ibunya.  Ia memiliki rasa percaya diri yang tinggi – terbuka dan mudah menunjukkan reaaksi yang tidak sesuai dengan keinginannya  apabila merasa dirinya terganggu dan diganggu. Prilakunya yang spontan ini, menginspirasiku agar jelak ia menjadi anak yang baik Baca lebih lanjut

Yang berhati nurani

Posted in MY FAMILI with tags on Januari 3, 2018 by ~padusi~

Saat ini, anak sulung ku telah berusia 7 tahun. Sesuai dengan namanya – Ulil – artinya, orang yang memiliki hati nurani, maka Aku mencermati dirinya dari prilaku dalam kesehariannya.  Sedari kecil nya, aku menaruh harapan bahwa kelak  sampai dewasa ia akan tetap menunjukkan sikapnya sebagai manusia yang memiliki hati nurani. Ia cepat tanggap dan selalu berusaha menetralisir segala sesuatu yang tidak baik diseputar teman sepermainannya. Hal ini kudengar dari perbicangan seorang kanak kanak termasuk dengan teman sepermaianannya. Misalnya ketika Mamanya menegur seseorang, Ulil akan berusaha membela orang tersebut. Baca lebih lanjut

Aulia yang hobbynya menggambar

Posted in MY FAMILI with tags on Januari 3, 2018 by ~padusi~
Untuk melatih otak kanan dan kemampuan motorik anak anak balita ku, maka aku dan suami secara rutin mengajak mereka belajar menggambar di Gedung Sarinah jalan MH Thamrin. Aku ingin anak sulungku memiliki sesuatu  yang akan mengisi hari harinya selain dunia belajar. Ternyata tak disangka sangka, apa yang  kita pikitkan tidak sama dengan apa yang kita inginkan.

Baca lebih lanjut

Mama kaya” Kambing

Posted in MY FAMILI with tags on Januari 3, 2018 by ~padusi~

Dalam catatan Diary 3 Berlian 29 Juli 1993, kutuliskan tentang gurauan spontan anak pada mamanya. Berdekat dekat dengan anak balita, ditemukan cerita lucu penuh kepolosan dalam berpikir. Mungkin juga sang balita tak bermaksud usil. Demikianlah bersenda gurau bersama mereka, bisa juga sebagai ajang kesempatan menguji hati mereka diusianya yang masih polos. Pada suatu hari aku sedang menguji hati puteraku yang pertama. Saat ini ia sudah berusia 7 tahu. Aku mengajukan pertanyaan sederhana kepadanya.

“ Ulil,… kalau Mamamu jalannya pincang seperti ini. Apakah Ulil malu naak.. ? Sambil aku memperlihatkan sebuah gerakan padanya Kebetulan sudah tiga tahun terakhir,  aku  mengalami gangguan radang sendi.  Lebih lagi kakiku akan terasa nyeri dan pincang, apabila  ada asupan makanan yang dipantangkan untuk penderita radang sendi atau Osteo Arstritis.

Dia menjawab dengan berat hati :

” Ulil  malu mama…..jawabnya.
” Mengapa malu ? …..”Bukankah ini Mama Ulil…. ?.

Saat itu iapun berpaling dan spontan menghadap wajahku. Iapun berkata “ kalau Ulil malu karena ditertawakan teman-teman… bagaimana Ma.. ??? 

Heemmm…aku pun terdiam. Dia mengembalikan pertanyaan padaku.

💕💕💕

Nach… pada suatu hari, pertanyaan serupa kuajukan kepada puteraku kedua Aulia, usia 4 tahun. Dengan segera tanpa pikir panjang dengan lantang ia menjawab bahwa ia tidak malu dengan keadaan Mamanya.

Aulia dengan memeluk dan menciumku seraya berkata :

“ Aulia sayang sama Mama kok…… Mama cakep… kan……..

Dengan hati berbunga-bunga, aku balik bertanya lagi kepadanya :

Aulia ……., Mama cakep kaya siapa… ?

“ Mama kaya … kambing.., katanya dengan tenang..

Haaaah. Kayak kambing …..???????

Entah apa yang ada dalam pikiran seorang balita 4 tahun. Kebetulan  dirumah kami saat itu ada kambing hewan korban dalam persiapan Hari Raya Idhul Qurban tahun ini. Baginya dalam wawasan pikir yang sederhana, ketika kosa  masih terbatas, mungkin  itu yang terbayang baginya. Betapa gagahnya si kambing  sehingga apresiasinya tentang gagah dan cakep itu terpantul pada pada seekor kambing . !?@#$

Akupun tertawa terkekeh kekeh,😂😂😂 ketika dalam pandangan  matanya diriku hanya  ‘ se cakep “ seekor kambing”

Ya… ampun Aulia………😁😂😃😄😀