Keluarga Besar

          Bertemulah sepasang anak manusia ini, menjelang usia memasuki kepala empat. Disaat di pertemukan dalam jodoh yang abadi, masing-masing keduanya telah dikarunia anak, yaitu 6  + 1  = 7 ( enam orang ditambah satu sama dengan tujuh orang). Setelah itu, ternyata Allah SWT masih memberkahi lagi keduanya, dua pasang anak dalam perjodohannya itu. Akhirnya jumlah anak mereka menjadi sebelas orang. <strong>Subhanalllah….</strong>
Ibuku melahirkan putri bungsunya pada usia 44 tahun dan sang ayah  berusia 48 tahun. Kedua pasang anaknya itu tak perlu bersedih disaat bunda menghadap sang Khaliq, ketika anak mereka baru menapak kehidupan.

Perjalanan anak manusia, tidak mudah ditebak, karena semuanya berada di tangan kuasa Ilahi.Hanya anak yang menanam benih yang baik dan  menyimpan budi dapat mengembangkan sayapnya menuju puncak kesuksesan. bagi orang tua, disaat tubuh semakin renta,  tenaga semakin lemah, maka doa adalah sumber kekuatan  dalam mengarungi bahtera kehidupan. Itulah doa yang tak putus-putus dilakukan kedua pasangan ini, demi mengentaskan anak-anaknya menjadi “0rang”. Akal dan dan budi adalah warisan hati. Kejujuran adalah pegangan hidup.

Kini disaat keduanya telah tiada, tiba saatnya anak-anaknya, memohon kepada Allah SWT, yang Rahman dan Rahim agar kedua orang tuanya mendapat tempat disisiniNya.. Aamiin.
Kamipun berharap , agar kedua selalu menyaksikan bahwa anak-anaknya saat ini berada dalam keadaan bersatu dalam saling pengertian. Keduanya, kami banggakan karena mereka tidak meninggalkan harta, selain meninggalkan warisan hati nurani dan kesadaran dalam hidup bersaudara, yang dijalani dengan saling pengertian dan saling tolong menolong.</div>

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: