Doa dan Mukjizat

gambarBetapa terkejutnya saya ketika mendengar suara sendu kakak berkata : “Evy… Zainah saat ini sedang dalam keadaan koma…. Ia ditimpa TV….

“Asytagfirullah aldzim..!! berulang- berulang saya ber-isytigfar ketika secara runtut beliau bercerita bahwa kemarin waktu magrib tanggal 10 Desember 2009 – cucu kesayanganya ditimpa sebuah TV ukuran 29 Inc.zainah-di-rumah-sakit

Tahukah Anda bahwa beban TV itu adalah 100 kg. TV itu bukan type plasma seperti TV yang kita kenal sekarang. Andaikan kita seorang diri mengangkat TV itu – maka kira tak mampu mengangkatnya sendirian. Bagaimana mungkin, seorang balita usia kurang dua tahun tidak akan cidera kepalanya. Pasti ia mengalami cidera otak berat. Lebih lanjut kakakku bercerita saat ini sang cucunya itu sedang dalam perawatan intensif di sebuah Rumah Sakit di kota Medan. Kata dokter kemampuan hidupnya hanya 60 – 40 %.
Asytahfirullah… tubuh saya gemetar mendengarnya.

Secara medis “Zainah mengalami pendarahan pada batang otak serta cidera berat pada otak kanan dan kirinya. Terobsesi atas kesembuhan “ Gugun Gondrong “ di Rumah Sakit – Singapore, kekuarga kami berikhtiar membawa Zainah — ke Singapore. Namun ayah dan bunda Zainah keberatan anaknya di gotong – gotong hingga ke Singapore. Ia mengikuti saran dokter RS yang menangani sang batita. Dokter spesialis neurolog RS – meyakinkan orang tua pasien atas kemampuannya tanpa harus dibawa keluarga negeri. Lagi pula sepanjang pendarahan pada batang otak belum bisa dihentikan, maka besar kemungkinan resiko kegagalan yang akan terjadi dan berakibat maut pada balita ini.

Sebagai keluarga besarnya apa yang bisa kami lakukan ? Dukungan materil seperti Gugun gondrong..??. Sampai berapa banyak kemampuan materi itu jika diperturutkan..?? Diskusi kepanikan terjadi diantara kami bersaudara ; Jakarta – Medan – Singapore – Bali. Rasanya bila ada dukungan moril dan materi dari kantor ayahnya Zainah di “ Hotel JW Marriout – Medan, atau dari Konsulat Amerika termasuk American Woman di Medan karena bundanya warga negara Amerika – belum meyakinkan kami untuk dapat menyelamatkannya, apabila ia dibawa ke Singapore. Demikian pula ketika Siloan Hospital Jakarta – menyatakan kesediaannya untuk melakukan perawatan. Bisa dipindahkan dari Medan ke Jakarta dengan pesawat, dokter, tenaga medis dan ambulance khusus. Pada akhirnya semuanya menyangkut nilai uang, yang tentunya akan diperhitungkan secara rinci oleh pihak Rumah Sakit. Akhirnya keluarga besar kami, memutuskan bahwa tetap merawat Zainah di Kota Medan saja.

Diantara kepanikan — harapan dan keputus asaan, maka kami berserah diri pada Allah seraya melafazkan ayat- ayat suci yang kami ketahui dan kami yakini. Memohon kepada Yang Maha Kuasa melalui doa secara khusuk demi meminta suatu mukjizat dari Nya. Sungguh banyak surat – surat pilihan dalam al Qur’an, yang dapat kita jadikan pegangan dalam memohon sesuatu demi beroleh ridho Allah.

Salah salah satu diantara surah pilihan yang menjadi acuan saya waktu itu adalah Surat al Kahfi. Saya membayangkan bahwa sang buah hati itu – bagai sedang lelap dalam tidur panjang. Persis seperti sebuah kisah yang tertera pada QS al Kahfi. Bukankah doa – doa yang kita mohonkan, semua berharap agar Allah SWT mendatangkan mukjizat kesembuhan bagi siapapun .

Demikianlah antara keyakinan dan penuh harap, disetiap sholat dengan sabar kami memohon dan terus memohon.. “Isytai’nu bissabri wassholah – Innallaha ma asshobiriin.. itu satu ayat yang selalu terbenam dalam memoriku. Aku meyakini bahwa dengan sholat dan sabar Allah mendengar dan mengabulkan doa kita. Inti sari dari mendirikan sholat adalah berdoa kepada Allah. Apapun yang kita inginkan Allah akan mengabulkan setiap permohonan kita.
Ulama telah mentausiyahkan – dengan membaca ayat – ayat al Qur’an, dapat menyembuhkan hati orang mukmin dan penyembuh bagi segala penyakit dalam tubuh. Jika engkau sakit maka Ia – Allah akan menyembuhkanmu. Sebagaimana firmannya yang menyatakan “katakanlah Muhammad ia (al Qur’an) menjadi petunjuk dan penyembuhan.

Begitulah dua minggu setelah kejadian – aku berkunjung kota Medan dan datang membezuk Zainah. Aku menangis penuh haru. Mengapa setelah ia berada di kota ini – dimana ayah dan bundanya baru dua bulan berada disini – musibah ini terjadi. Jauh dari pertolongan keluarga besar kami. Mesin ventilator – alat pacu jantung – oksigen dan alat-alat deteksi seluruh organ dalam tubuh bergelantungan di wajahnya yang mungil.

“ Duh nak.. tubuh mungilmu tidak akan kuat bertahan dengan alat –alat itu, bathinku berkata. Meskipun banyak perangkat medis yang bergelantungan ditubuhnya, namun saat itu kemampuan hidupnya hanya berkisar 60 – 40 %.

Sebenarnya saat itu aku tidak yakin bahwa ia akan bertahan hidup. Namun untuk sekedar berkata – kata denganya anak batita ini – ditengah ketidak sadaran itu, aku menyampaikan pesan singkat pada Zainah :

“ Ayo Zainah… bangun…..???!! Sekarang Zakaria adikmu sudah lahir…???

Sungguh…, bersamaan dengan kedatanganku atau tepat dua minggu sejak Zainah dalam keadaan koma itu – Maminya Zainah yang berkebangsaan Amerika, melahirkan bayi laki-lakinya. Masya Allah… Apa yang saya saksikan pada bundanya yang muallaf… .??? Saya benar benar terharu …. Sungguh luar biasa ujian keimanan untuk dirinya.

Saat kejadian berlangsung, Erica tengah hamil tua. Ia sedang menanti kelahiran. Apakah dia berputus atas peristiwa ini ?.
“ Masya Allah….. Saya melihat, tidak tampak diwajahnya kegundah gulanaan atau ketidak yakinan bahwa anaknya akan sembuh.. Sungguh luar biasa kesabarannya.
Dari matanya yang biru, dia mampu meyakinkan kepada kami bahwa anaknya yang sedang kritis koma itu, akan pulih seperti sedia kala..

“ Erica ..how is zainah.

” Is she back to strength..??

“ Insya Allah.. Insya Allah.. Kita berdoa ya Tante Evy… ? katanya dengan logat bulenya yang kental dengan penuh keyakinan.
Sama sekali diwajahnya yang putih dan cantik, tidak menampakkan wajah histeris dari seorang ibu – ketika anaknya mengalami musibah serupa ini.

Tidak ada rasa penyesalan terhadap siapapun yang mungkin dianggapnya menyia-nyiakan anaknya. Dia sanfat meyakini ada ALLAH SWT – yang akan menolongnya. Dia menbaca Alqur’an berbahasa Inggris. Iapun tekun berdoa.
Padahal sebelum itu – aku sangat mengkawatirkannya. Akankah wanita Amerika ini, yang baru menjadi mualaf selama empat tahun terakhir akan berpaling dari iman Islamnya ?.
Karena nengkawatirkan kondisi wanita ini, salah seorang kakakku meminta kepada Allah SWT dalam doanya.

“ Ya Allah.. jangan engkau berikan suatu ujian – dimana hambamu yang muallaf itu berpaling dari agama Islam. Berikanlah kekuatan padanya agar ia tetap meyakini bahwa doanya Engkau kabulkan sehingga anaknta beroleh kesembuhan.
” Sesungguh Allah Maha Mendengar lagi Maha mengetahui… Aamiin yra.

Selang beberapa hari sejak kelahiran adiknya yang diberi nama Zakaria, Zainah menunjukkan tanda – tanda kehidupan. Pertama jari jarinya bergerak gerak meskipun matanya masih tertutup rapat. Ayahnya setengah berteriak mengabarkan kepada kami tentang kondisi permulaan.
Kata suster perawat berarti pertanda ada kehidupan. Kami masih menunggu kepastian berikutnya.
Keesokkan harinya – Zainah membuka matanya…………… Masya Allah….. “Alhamdulillah…….

Kami bersorak penuh haru dan rasa gembira. Suatu mukjizatkah ini. Apa yang kami saksikan bersama saat itu ? Mata Zainah masih menatap hampa. Mata sebelah kanan masih tertutup. Ada keraguan dengan perasaan deg-degan.

Butakah matanya…??? Semua memendam dalam hati perasaan ini.

“ Ya Allah inikah kesembuhan yang Engkau berikan…????

Padahal ketika itu hasil deteksi peralatan medis – menunjukkan paru-parunya masih bersimbah cairan. Dokter masih mengupayakan agar cairan paru-parunya berkurang.
Dengan tatapan matanya yang seakan hampa itu – Zainah berulang – ulang kali menguap – seperti orang yang baru puas tidur nyenyaknya. Ya.. memang ia sudah tidur nyenyak selama 2 minggu.

Kami salut atas upaya dokter melakukan pengeringan pendarahan di otak Zainah.
Mengamati perkembangan Zainah kami masih berharap dan kembali berdoa – agar Ia total diberi kesembuhan….
Hari kedua setelah Zainah sadar. Kuap mulutnya itu membahagiakan hati kami semua. Setelah itu, ia batuk – batuk serak.
OOh…. ia mengalami infeksi pada saluran penafasan atas sebagai akibat pemasangan alat ventilator pada tubuhnya. Ia pun mulai menyadari bahwa ada selang oksigen yang mengganggu hidungnya. Ia berontak dan menangis. Ia minta di gendong…!!

Akhirnya dalam waktu tiga hari setelah sadar – Zainah dilepaskan dari seluruh alat bantu yang menopangnya. Ia memiliki kemampuan kemampuan hidup 100 %.. !.
Akan tetapi karena cedera otak ini, indera mata jadi bermasalah.

Saya bukanlah seorang dokter, yang bisa menjelaskan hubungan status medis dan kondisi fisik yang dapat mempengaruhi kemampuan otak untuk menyerap informasi (sensorik) atau kemampuan otak untuk merespons informasi (motorik).

Perjalanan kami masih panjang untuk selalu memohon kepada Allah SWT. Betapa tidak, sungguhpun pada hari keempat ia telah mengenal ayah dan bundanya namun ia masih memiliki gangguan motorik pada tubuhnya. Hal disebabkan cidera otak – khususnya pada otak sebelah kanan. Akibatnya organ tubuh sebelah kanan Zainah tidak berfungsi.

Seminggu setelah sadar – Zainah dibawa pulang kerumah. Perawatan selanjutnya berada dibawah pengobatan seorang fisio terapis. Kondisi Zainah kini sudah bisa menyerap informasi (sensorik) dan merespon informasi ( motorik).
Sebulan berikutnya – dia kembali menunjukkan prilaku seperti balita pada umumnya, lincah dan ceria, lucu dan periang sebagaimana yang kami kenal selama ini.

Zainah mencoba berjalan dengan menggunakan sepatu ortopedi. Semangat hidup dan kemauannya sangat membantu rehabilitasi medisnya. Sepertinya, Ia sadar bahwa dunia bermain adalah miliknya. Ia melakukan apa yang diperintahkan ortopedisnya bahkan melebihi perkiraan sang ortopedis.
Dua bulan sesudah kejadian, ia mulai berjalan sendiri – meskipun kondisi ia kembali menjadi anak yang baru bisa belajar berjalan.

Yang masih tersisa dari peristiwa kecelakaan itu adalah kaki kanannya belum sempurna untuk dibawa berjalan. Respon yang diberikan kepada orang yang pernah dikenalnya sungguh luar biasa. Ia sudah bisa menyapa ramah.

copy-of-img_0484

Saat selanjutnya tak putusnya kami kembali berdoa. Kali ini sebagai rasa syukur atas diijabahnya doa – doa kami.

Antara doa dan mukjizat adalah sangat nyata dimata kami. Sementara kami tetap berharap bahwa balita ini kembali tumbuh kembang secara sempurna seperti mekarnya bunga ditaman.

Allah berfirman dalam surat Yasiin ;

“ Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa meciptakan kembali jasad –jasad mereka sudah hancur itu ? Benar dia berkuasa dan Dialah yang maha pencipta lagi maha mengetahui. “ Sesungguhnya keadaan nya apabila – Dia menghendaki sesuatu, Dia cukup berkata “ Jadilah” maka jadilah ia…

Puspiptek, 26 februari 2009

2 Tanggapan to “Doa dan Mukjizat”

  1. ya ampun terharu aku membacanya…..ya mukjizat itu ada….

  2. Ya… ini adalah true story dalam hidupku…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: