Restoran Padang di Lebuh Raya

Bukan karena pengiritan, kami membawa ransum. Akan tetapi adalah untuk menikmati perjalanan dari Singapore ke KL. Perjalanan Sing – KL  itu ditempuh selama 6 jam. Di Lebuh Raya – kami singgah untuk menikmati ransum kami. Tempat persinggahannya bersih dan nyaman. Bersantap di perjalanan dengan menu rumahan – membuat perut ini lebih bergairah.  Apa yang terjadi ketika perjalanan menuju pulang. Mungkin makhluk yang ada di poros tengah “mengeriuk”. Inilah yang kami rasakan kala itu.  Apalagi ketika di “rumah tumpangan” (hotel – istilah malaysia) , para tamu tidak disediakan sarapan pagi.
Pagi itu – atas informasi Pak sopir, maka kami merencakan makan di Genting Highland. Menu restoran dan makanan yang tersedia disana – tidak cocok dengan selera dan selain itu moaahall bagi rombongan kami yang jumlah 12 orang. Akhirnya kami bersepakat untuk mencari makanan nanti di Putera Jaya.
Memasuki jalan bebas hambatan antara Genting Highland menuju Putera Jaya, kami menemukan restoran pinggir jalan.  Penemuan ini secara tiba – tiba saja, tatkala Pak Sopir merasa mengantuk. Ia minta izin istirahat pada pimpinan rombongan. Kamipun spontan berduyung -duyun turun . Disaat itulah  kami melihat sebuah restoran yang bernama “ Jun Masakan Minang “ .

“.. Woow… , anak – anak  berteriak senang. Lebih-lebih kakakku yang terlihat dalam gambar ini.

Pemilik restoran ” Jun Masakan Minang ini, bernama Buyung. Ia perantau asal “ Bonjol” – telah berusia 60 tahun. Ia dilahirkan didaerah itu. Hanya 1 kali pernah pulang kampung. Dan tidak mengenal kampung halamannya sesudah itu. Anehnya, hampir semua masakan jenis yang dihidangkan direstoran itu : terung balado, ikan balado, gulai paku, gulai ayam, dll sama jenis – baik yang dibuat oleh perantau minang tadi atau para perantau dari Thailand.
Di restoran itulah – Kami makan sepuas-puasnya serasa makan dikampung halaman sendiri. Betapa tidak, masakan yang dihidangkan itu persis sama rasanya, baik aroma dan cita rasanya. Lakek tangan dalam mengolah  masakan ini – persis seperti masakan orang “ Pariaman”. Santannya kental dan gurih.

Semua anggota rombongan berkomentar :  ‘ Ondeeeh…. Lamaaak banaa…..  tambuah ciek…. membuat si pemilik restoran tersenyum senang…

Setelah Perut kenyang dan hati senang tatkala perjalanan dilanjutkan ke Putera Jaya diselatan kota Kuala Lumpur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: