Ketika menjadi Kepompong (Metamorposa Diri – Dalam Mengaji Rasa)

SAYA punya kisah tentang pengajaran rohani dari seseorang yang hingga sekarang saya tak pernah bersua dengannya. Kami berdiskusi melalui surat elektronik (surel) dalam posisinya dia sebagai nara sumber dan saya adalah seorang audience.

Dia menyebut dirinya Pengelana Dunia, sedangkan saya menyebut Guru Gaib. Tumpukan surel antara saya dengannya, saya rangkum menjadi sebuah materi dalam pengajaran  “ Metamorfosa Diri “.  Rangkuman diskusi ini hanya sekedar pengetahuan untuk memperkenalkan alam rasa bagi para peminat.

Apakah yang dimaksud dengan metamorfosa diri ? Ialah kesadaran untuk merubah diri, dari pola hidup yang statis menjadi dinamis. Menjadi dinamis karena seseorang menemukan pemikiran yang mendalam dari suatu perenungan. Baik itu pengalaman pribadi—orang serta masyarakat sekitarnya. Hasil renungan itu dapat mendatangkan manfaat pada dirinya. Hasil akhirnya  ia akan mampu mengenali dirnya.

Tatkala saya berjalan sudah mencapai ribuan langkah, saya terobsesi untuk beroleh materi rohani lain dari biasanya. Apa materi yang saya butuhkan ? Dimana materi itu saya dapatkan ?.  Siapa yang jadi narasumbernya ?

Untuk duduk di perguruan tinggi atau di kelas eksekutif ESQ sudah tak tepat lagi dan biayanyapun mahal. Ilmu yang saya peroleh dari strata lanjutan, tidak sebanding dengan kesempatan untuk memanfaatkannya. Atas kesadaran mencari ilmu dari lahir hingga liang kubur, saya mencoba menelusuri lorong gelap yang saya lalui. Sambil bertanya kiri kanan dalam perjalanan itu.

Andaikan saya seekor kunang kunang, saya berharap muncul refleksi cahaya pada diri. Dengan cahaya itulah, saya berjalan. Andaikan saya seekor ulat, saya harus berubah jadi kupu kupu. Jika melakukan perubahan diri, tentu saya perlu seseorang yang dapat menampung dan mewujudkan keinginan saya – seperti ulat yang berada dalam kepompong.

(Y) Ya. Saya saat ini bagaikan ulat  dalam kepompong. Saya  terkungkung dalam keterbatasan dan kedangkalan mengenali diri.  Saya terkungkung dalam ketidak tahuan memahami nilai-nilai spritual. Begitu banyak buku-buku yang terhampar dihadapan saya. Ribuan judul yang sudah diterbitkan. Ternyata saya tak punya waktu untuk membacanya, apalagi memahaminya.

Alhamdulillah, beruntunglah saya bertemu dengan seseorang yang menyebut dirinya “ Pengelana Dunia “ itu. Dengannya saya berdiskusi dalam topic ‘ Mengaji ‘. Melalui diskusi beruntun dengannya, ia menjelaskan semua pertanyaan saya. Antara lain saya bertanya.

Bagaimana caranya memperoleh hidayah ilmu ?

Apakah orang yang duduk diperguruan tinggi sajakah yang beroleh hidayah ilmu ?.

Apa hakikat pengetahuan dan apa hakikat ilmu sebenarnya ?.

Bisakah pengalaman pengalaman hidup jadi hidayah ilmu ?

Satu kalimat pembuka yang ia berikan pada saya sebagai pembuka diskusi adalah :  “ Proses suatu pengetahuan menjadi ilmu didalam badan, dilakukan dengan cara mengumpulkan semua fakta-fata disekeliling kita. Kemudian fakta itu, ditransformasikan  menjadi bahan bahan yang dapat diuraikan menjadi sebuah informasi. Informasi itulah kita jadikan suatu pengetahuan. Akhirnya suatu pengetahuan itu kita hidupkan menjadi  ilmu didalam badan.

 

selanjutnya silahkan lanjutkan membaca pada buku ” seri Kunang-kunang ~ Sketsa perjalanan

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia : Katalog Dalam Terbitan (KDT)

 

Kunang Kunang : “ Sketsa Perjalanan “

Hafida, Hifni

Pustaka Padusi

X + 142 hal,  140  mm  x  210 mm

ISBN : 978-602-19389-1-1

 

 

Penyunting :

Tim Redaksi Pustaka Padusi

 

Perancang sampul/tata letak :

Imanul Ilmi

Cetakan I,  Maret  2012

©2012

Hak cipta dilindungi undang-undang

All rights reserved

Penerbit  : Pustaka Padusi

Kompleks Puspiptek Blok I C No 2, Setu, Tangerang Selatan.

Telp.       : (021) 70564488, Fax : (021) 7564302

Email      : pustakapadusi@yahoo.co.id

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: