Ketika mengantarkan anak menikah…

By Evy Nizahamul :

Setelah mengantarkan anak melamar gadis pada artikel sebelumnya, maka ketika mengantarkan akan menikah ternyata lebih banyak persiapan yang harus kita lakukan. Persiapan untuk  anak perempuan dan anak laki-laki dalam pernikahannya,  beberapa hal yang harus dipersiapkan, antara lain : kesiapan mental calon pengantin, kesiapan materi dan dukungan moril dan materil dari kaum kerabat dan handai taulan.

Artikel ini tidak mengupas sisi psikologis pasangan calon pengantin yang terkait dengan kepribadian pasangan dan keluarga, melainkan sisi lain dari tugas seorang Ibu yang akan mengantarkan anaknya memulai lembaran hidup barunya. Saya tidak akan membahas modal anak –  terkait dengan komitmen anak untuk berumah tangga. Biarlah pihak lain yang akan mengupasnya. Apalagi anak yang akan diantar untuk menikah ini, adalah seorang lelaki – yang kedua orang tuanya berasal dari Minangkabau.

Lazimnya di Minangkabau – kaum prianya dilamar. Pengertian melamar menurut adat minangkabau adalah berkunjungnya ” Ninik Mamak – anak gadis  minang kerumah calon suaminya. Untuk menyampaikan suatu maksud dan  keinginannya mengambil si lelaki minang sebagai menantunya. Pihak Ninik Mamak si lelaki  minang ini,  akan menunggu kedatangan keluarga / KAUM  gadis minang ini beserta anggota kerabatnya.

Yang menjadi pertanyaan apakah tidak bertentangan dengan  falsafat ” Adat bersendi syara’ – syara’ bersendi kitabullah ( ABS – SBK ) ?.  Saya jawab ” TIDAK “. Mengapa demikian ?

Hal ini dimungkinkan, apabila si Anak telah mempunyai komitmen didalam dirinya bahwa ia akan menikahi seorang gadis. Ia  akan melamar kepada orang tuanya secara langsung. Boleh saja ia ditemani oleh orang lain atau yang dituakannya. Bukankah dalam ijab kabulnya nanti – anak Lelaki kita itu akan mengucapkan ijab kabulnya langsung kepada Ayah/Wali si Gadis.

Ini yang mesti kita pahamkan bersama – bahwa pada saat merealisasikannya komitmen perkawinan – pada beberapa keluarga sering bersitegang untuk menentukan siapa yang mengawali kunjungan dan siapa yang menerima kunjungan. Dalam budaya Indonesia, yang hidup dalam sistem kekerabatan yang kokoh, maka perkawinan diartikan sebagai perkawinan antar keluarga besar.

Dalam sistem keluarga Minangkabau – bahwa praktek lamar melamar  – adalah implementasi dari tradisi adat dalam sistem kekerabatan matrilinial. Dalam rangka adat itulah, pihak keluarga si gadis akan mendahului – melakukan pelamaran secara resmi kepada keluarga lelaki minang ini terlebih dahulu.  Semua proses ini akan berjalan lancar – apabila calon pasangan sudah mengantisipasi terlebih dahulu langkah apa saja yang hendak dilakukan. (bersambung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: