Saatnya kita bicara tentang “ lidah, mulut dan bibir “

Copy of 100_0038

DIDALAM mulut ada lidah—bibir   yang besinergi saat berbicara dan mengecap. Berbicara dan berkomunikasi melalui  lidah. Pesohor terkenal karena buah bibir. Berkata yang baik-baik atau bermanis – manis dalam berkomunikasi disebut manis mulut. Meskipun manis mulut artinya ; “ lain dimulut lain dihati – karena mengandung makna kepalsuan.

Kitapun bisa terfitnah karena lidah atau tanpa sengaja memfitnah orang lain karena lidah. Bahkan kita bisa adu mulut dengan orang lain, bilamana ada perbedaan tajam diantara diri kita dengan lawan bicara. Hanya saja, apa yang Anda harapkan dari keseharian anda ? Tentunya jika anda bahagia, secercah senyum manis akan tersungging dari bibir anda.

Kita berkomunikasi dan bergurau dalam kosa kata yang jelas diterima oleh lawan bicara kita, melalui tiga komponen ini. Dalam penekanan suara tertentu, percakapan jadi enak didengar dan kadang mampu memancing emosi lawan bicara. Anda dapat menginterpretasikan wujud komunikasi itu. Amarahkah ?  kelembutankah, cemoohan dan atau gurauankah ?   Silahkan tafsirkan sendiri.

Sebuah komunikasi, mengeluarkan kata-kata yang bermakna sebagai olah pikir atau pendapat. Ia juga bisa berasal dari hasil rekaman mata. Kemudian direspon otak yang melahirkan suatu percakapan.

Komunikasi raga akan berbeda dengan komunikasi bathin. Komponen dalam komunikasi bathin, dikenal sebagai bahasa kalbu. Bahasa kalbu merespon suara hati yang ada di lubuk hati.. Semua proses itu, tidak bisa diketahui secara kasat mata, kecuali diri sendiri yang mampu mengolah alam rasanya. Semuanya adalah bagian  yang mengamati dan terpisah (bashirah) dan bukan berupa alat yang disediakan Allah pada tubuh manusia. Sebagaimana Allah menyebutkan dalam QS Al Qiyamah ayat 14, bahkan manusia menjadi saksi atas diri sendiri.

Anggota badan menjadi saksi terhadap pekerjaan yang mereka lakukan. Lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi setiap apa yang dikerjakan ( QS An Nur ayat 24).

selanjutnya silahkan lanjutkan membaca pada buku ” seri Kunang-kunang ~ Sketsa perjalanan

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia : Katalog Dalam Terbitan (KDT)

Kunang Kunang : “ Sketsa Perjalanan “

Hafida, Hifni

Pustaka Padusi

X + 142 hal,  140  mm  x  210 mm

ISBN : 978-602-19389-1-1

Penyunting :

Tim Redaksi Pustaka Padusi

 Perancang sampul/tata letak :

Imanul Ilmi

Cetakan I,  Maret  2012

©2012

Hak cipta dilindungi undang-undang

All rights reserved

Penerbit  : Pustaka Padusi

Kompleks Puspiptek Blok I C No 2, Setu, Tangerang Selatan.

Telp.       : (021) 70564488, Fax : (021) 7564302

Email      : pustakapadusi@yahoo.co.id

 

Satu Tanggapan to “Saatnya kita bicara tentang “ lidah, mulut dan bibir “”

  1. Assalamualaikum.Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat,dimudahkan dalam segala urusan dan termasuk dalam golongan orang – orang yang beriman,sabar dan menjaga lisan.Terimakasih atas referensinya .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: