‘ Travelling to Camberra ‘

Parlemen House, National Museum, Museum War, Rumah liliput :

1Perjalan dari Sydney ke kota Canberra ditempuh selama 3 jam melalui jalan tol yang harga cukup murah y.i Aust $ 3.-. Udara sangat cerah dan matahari bersinar terang. Sejauh mata memandang kelihatan pada savanna yang sangat luas. Dari kejauhan kelihatan domba dan sapi yang terpeliharan dan berkeliaran bebas. Perjalanan ini terasa lambat karena speedo meter mobil menunjukka angka 60 – 110 m.

container truck 1Pada km tertentu tertulis “ Speed Camera ahead” Selain itu truck container tampak beristirahat. Suasana yang aman ini menimbulkan pertanyaan ku pada sopir kami yang disewa untuk mengantarkan kami.        Pak. Bay – demikian namanya menjelaskan panjang lebar tentang kedisiplinan pengemudi. Ia menjelaskan bahwa pengemudi harus patuh pada rambu-rambu lalu lintas.

Karena tingkah laku pengemudi diawasi oleh Camera. Sopir truck harus melakukan istirahat dalam perjalanan setiap dalam 2 jam perjalanan. Konon katanya setiap truck memiliki stack monitor yang akan diperiksa oleh petugas yang dapat mendeteksi setiap peristiwa pelanggaran ketentuan ini. Jarak Sidney – Canberra seperti Jakarta – Bandung  melalui tol Cipularang. Apakah hal ini bisa diterapkan pada tol Cipularang yang rawan kecelakaan karena batasan kecepatan tidak dipatuhi oleh pengemudi.

Copy of DSCN2578Copy of DSCN2582Caberra adalah kota yang diciptakan  untuk kepentingan pusat pemerintahan Australia   dan parlemen. Kota ini jauh dari gedung-gedung tinggi. Tidak banyak pejalan kaki yang berlalu lalang. Sangat sepi dan sepi. Kami menyempatkan diri memasuki gedung parlemen yang terbuka untuk umum. Akankah gedung MPR kita bisa dimasuki oleh pengunjung sebebas kami dapat memasuki auditorium yang ternyata tidak teralu besar.

Copy of DSCN2591Disini kami mendapat penjelasan bahwa dalam system parlemen mereka; kedudukan Head oppotition sejajar dengan Perdana Menteri. Ketua partai oposisi tetap mendapat penghasilan selayaknya Perdana Menteri yang berkuasa. Dalam persidangan mereka dapat berseberangan  pendapat, namun tidak seenaknya mereka menyampaikan kritikan secara langsung kepada Perdana Menteri. Semuanya diatur melalui mekanisme moderator.

Demikian pula di parlemen disediakan wakil perempuan yang akan selalu memperjuangkan hak-hak perempuan. Foto-foto mereka terpampang dengan jelas semenjak parlemen house ini dibentuk pada tahun 1800-anPara pelajar banyak yang berkunjung ke Camberra. Dalam kurikulum mereka setiap pelajaran diselingi dengan kunjungan studi lapangan dan disaat itu memasukkan ilmu yang menjadi mata ajarannya.

Kota Canberra sangat cantik dan dibangun dengan perencanaan yang sangat matang tanpa merusak lingkungannya. Masyarakat hidup tanpa beban dan ditengah siang bolong aku menyak sikan masyarakat santai berolah raga. Kemakmuran tertampang jelas disini.Selain Museum War – disini juga terdapat museum National Geography – yang akan menceritakan tentang sumber daya alam yang terdapat dibenua ini. Bagi kami museum ini tidak begitu berarti mengingat waktu kunjungan kami yang terbatas. Selain itu kami harus pula membayar pemandu yang tarifnya adalah Aust $ 20,- setara Rp 140.000,-

Kami sempat menemukan Duta Besar Aborogin yang mendirikan tenda dilapangan Gedung Parlemen lama. Menurut sopir yang mengantarkan kami Pak Bay, mereka telah mendirikan tenda ini berbulan-bulan. . Konon mereka menuntut pengembalian wilayah dari penguasaan orang kulit putih yang entah dimana lokasinya di Australia itu. Ternyata Australia menyimpan sesuatu masalah dengan penduduk asli benua itu….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: