Layang – layang (kehidupan)

http://www.indosmarin.com/20080714-ratusan-layang-layang-mengudara-di-pantai-padanggalak-sanur.htmlhttp://mainan.iklanmax.com/2008/11/04/layang-layang.htmlhttp://pariwisata.cilacapkab.go.id/index.php?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=74http://itempoeti.wordpress.com/2009/04/28/

Pada suatu hari, beberapa buah Layang-layang akan  berlomba pada sebuah lapangan kehidupan. Layang-layang itu ada yang mudah melesat ke udara. Ada pula diantaranya akan tertatih – tatih untuk melayang. Bahkan ada yang langsung menghujam ke tanah, tak berdaya. Ia tidak memiliki kekuatan – berdasarkan rumusan keseimbangan dari sebuah layangan, Akhirnya ia tercabik-cabik tak berguna. Anak-anak kecil yang cendrung menyukai layanganpun tidak ada yang meliriknya.

Sebuah layang layang A, bercilotehlah kepada lawan-lawannya : “ Hemmm…Akulah yang akan mengudara. Aku memiliki warna serta accessories yang indah.

Kemudian layang-layang B berkata sambil mencibir ; “ Huuu….Justru akulah yang akan melesat keudara. Aku memiliki kekuatan yang terjamin mutunya. Aku dibuat dalam rumusan Keliling K = 2. s1 + 2 . s2. Luas L = ½ . D1 .D2.

Sebaliknya layang-layang C, cukup berdiam diri dan meyakini bahwa kemampuan mengudara hanyalah jika ada hembusan angin yang bagus dan kekuatan orang yang mengendalikannya,  walau iapun terukur dalam keseimbangan dan kekuatan rangkanya.

Sementara itu beberapa layang-layang lainnya, tidak memiliki target – target sebagaimana layang-layang A. B. C. Baginya, ia hanyalah layang – layang mainan yang tidak untuk diperlombakan. Berangan-angan sebagai layangan aduan ia tidak mampu. Sebagai barang mainan, ia hanyalah pelengkap penderita dalam kehidupan. Cukuplah melenggang-lenggok ke kiri dan ke kanan. Ia takut untuk naik keatas, karena semakin ke atas anginnya pasti terasa kuat.

Tibalah waktunya mengulur layang-layang kehidupan itu. Semua berusaha berpacu disaat angin sang takdir, Terkadang sesekali harus tersentak agar dirinya itu mengapung ke udara. Masing-masing sesuai dengan sasaran kehidupannya. Dalam mencapai ketinggian itu, layang layang itu diberikan waktu  untuk naik  setinggi mungkin. Semakin tinggi, lebih baik karena ada angin yang akan menghembusnya di atas, dan semakin mudah orang yang dibawah mengulur benang.

Namun sesungguhnya, layang-layang itu tidak menyadari bahwa dibawah sana ada orang orang yang mengulurkan benang untuknya dan  berjuang pula untuk menopangnya. Bahkan ada yang luka karena tersayat benang, disaat ia mengulurkan benangnya. Terkadang ia pun tertarik kencang oleh layang-layang itu. Namun layang-layang itu tetap semakin melayang menjauh.

Layang-layang yang baik adalah yang mampu naik sehingga benangnya hampir tegak lurus. Dia tidak banyak lagi berlenggak lenggok di atas sana. Dia menyadari bahwa di bawah sana ada orang yang membantu menggenggam tali kehidupannya dengan kokohnya. Ia memiliki Spiritual Intelegency yang baik. Ia percaya bahwa selain angin yang membuatnya kokoh berdiri, ada orang yang memegangkan benangnya. Itulah sikap layang-layang C.

Sebaliknya sebuah layang layang yang berpenampilan kokoh dengan rumus keseimbangan yang sempurna berlenggang lenggok diudara bak penari serimpi, Ia lupa diri untuk menjaga keseimbangannya. Tiba-tiba datang badai menerpa. Ia tidak mampu menjaga keseimbangannya. Pada hal keseimbangan diri ketika dalam posisi puncak adalah sebuah kekuatan. Ia tidak memiliki itu lagi. Semuanya ada pada sisi kepalanya, yang penuh dengan harkat dan martabatnya sebagai sebuah layang yang kokoh. Prestasi telah beralih menjadi prestise. Kedudukan berubah menjadi kekuasaan. Semua mudah tergoda oleh 3 ta ; tahta, harta, dan wanita. Inilah dia layang-layang B.

Pada layang-layang A, ia terlalu sibuk dengan keindahan dan rumbai-rumbainya. Ia sarat dengan angan-angan dan rencana-rencana sesuai dengan warna dan jambulnya.. Ia memiliki tandan agak berat. Padahal dengan keadaan ini, maka ia akan sulit mendaki di udara. Layang-layang yang serupa itu disebut “ bamban “.  Seberapapun panjang benang di rentang, seberapapun keras angin meniup, dia tidak sanggup naik tinggi. Untuk dinaikkan keatas terlalu sulit. Ia tak kuat menerpa angin, apalagi angin badai. Akhirnya ia turun ke bumi dan hidupnya menjadi hiasan. Bahwa ia adalah layang layang yang indah.

Tantangan dalam layang layang kehidupan adalah, jika menyadari bahwa untuk mencapai posisi mengudara harus taat kepada aturan yang berlaku. Namun menyadari pula bahwa yang membuat ia naik keudara adalah orang-orang yang menopangnya, Bila tidak kuat ditopang, maka sewaktu waktu benang itu bisa putus.

Mengumpamakan masa kritis dalam pertandingan layang-layang kehidupan, berpangkal pada “jungur” layang-layang. Jungur ini adalah akal dan pikiran manusia. Pada layang layang kehidupan, jika terlalu mengandalkan akal dan pikiran semata, ada resiko ia terbalik di udara. Kalau terjadi yang demikian, habislah sudah. Layang-layang itu kalah dengan sendirinya karena tidak bisa lagi dikendalikan dan dia akan turun jatuh bebas. Itulah sebuah kesombonga.

Nah begitulah kisah perjalanan hidup kita..

Disini saya petikkan sebuah firman Allah dalam Surah Albaqarah ayat 286 ;

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapatkan pahala dari kebajikan yang dikerjakannya dan dia mendapat siksa dari kejahatan yang diperbuatnya.

Mereka berdoa, “ Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau melakukan kesalahan. “ Ya Tuhan kami, janganlah engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang –orang sebelum kami. “ Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak sanggup memikulnya. “ Maafkanlah kami, ampunilah kami dan rahmatilah kami, maka tolonglah kami menghadapi orang –orang kafir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: