“Cocktail Party for National Celebration in Syney”

dsc00204Malam ini , Wisma Indonesia menyelenggarakan cocktail party bagi kalangan diplomat, konsul asing serta perwakilan dunia lainnya. Hidangan yang diberikan sederhana saja berupa soft drink, wine, dilengkapi snack; sosis solo, lapis surabaya, rempeyek kacang, nastar, termasuk sate ayam yang menampilkan citra tersendiri pula Tampilan semua snack itu cantik-dan mungil. Tujuannya agar para tamu mudah saat melahap snack ini.dsc00186 Saya sempat beramah-tamah dengan para tamu yang hadir dalam cocktail party itu, sambil tidak lupa mengabadikan peristiwa langka yang saya jalani dalam perjalanan ke negeri Kangooroo ini. Pada malam itu saya berkenalan dengan seorang perempuan bule yang mengaku berasal dari LSM tertentu. Dia bercerita bahwa dia baru pulang dari Aceh setelah mengantarkan anak-anak Aceh berlibur ke kota Sydney. Saya terkejut dan tak berdaya ketika ia mengaku dari missionaries Kristen. DSC00229dsc00214


Sayangnya saya tak bisa bertanya lebih lanjut kepada si Bule itu, karena kendala bahasa Inggris saya pasif. Apresiasi tokoh tokoh di Sydney terhadap National Day, cukup baik. Terbukti 2 tokoh penting di kota ini, menghadiri jamuan cocktail party ini. Mereka adalah pejabat di kota Sydney (?) dan 1 pejabat kepolisian (?).

Konsul jendreral memberikan sambutan dan penghargaan untuk kerjasama kedua bangsa dan negara; dibidang ekonomi, sosial dan budaya. Setelah keduanya memberikan sambutan para tokoh itu melakukan toast bersama.
Pada malam cocktail party itu, Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan – KJRI Sydney , menampilan musik angklung dengan lagu kebangsaan Australia. Group musik ini mendapat applause yang meriah dari para hadirin .
Ikut pula sebagai pengisi acara dimalam itu, penampilan tari payung yang disumbangkan oleh rombongan kesenian dari “ Syofyani’s Dance Group” dan talenta Minang (Minang idol) yang dipimpin oleh Ibu Gubernur Sumbar – Evita Gamawan.

Acara ini memberi kesan yang sangat indah. Tamu-tamu termasuk seluruh staf konsulat meninggalkan konsulat pukul 11.00 malam waktu Sydney Dinginnya kota Sydney malam itu sampai merasuk ke tulangku. Walaupun telah menggunakan baju kaos yang berlapis lapis.

dsc00245

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: