Ketika menjadi Golput….

Jangan salah sangka pengertian Golput yang akan saya kisahkan dalam  artikel ini. Seumumnya Golput adalah golongan yang tidak ingin untuk ikut Pemilu karena ia merasa menjadi golongan putih. Namun istilah “ Golput” disini, justru saya kutip dari pernyataan Ketua Bawaslu di TVRI pada jam 11.30 yaitu katanya adalah “segolongan orang yang diLUPUT kan dari kesempatan untuk menggunakan haknya sebagai warga negara Indonesia untuk menjadi pemilih dalam PEMILU CALEG 2009. Diantara melampaui batas waktu PEMILU pada jam 12.00 ini.

Lantas saya menyebut diri sebagai Golongan yang luPUT dari DAFTAR PEMILIH TETAP. Terasa hati ini sedih – disertai rasa miris ketika kami sekeluarga pulang dari TPS di kompleks Perumahan PUSPIPTEK – SETU – TANGERANG SELATAN. Anak saya yang baru pertama ikut PILCALEG ini ngomel – ngomel. Rasa miris itu – serasa orang orang yang dimandulkan hak pilih nya entah oleh siapa dan sebab apa. Bukan kami tidak berusaha untuk mendapatkan formulir C4 – entah modelnya seperti apa, Apalagi Ketua RT kami telah berjuang untuk mendaftarkan nama – nama keluarga kami, ketika di DPT itu luput.

Secara panjang ia bercerita pada kami : “ Saya sudah check – kenapa Raja-raja di Kompleks kita ini – kok nggak ada di DPT sepuluh hari sebelum Hari H. Anehnya nama – nama yang sudah wafat sudah diproses sesuai formulir yang sudah disediakan.

Kemudian beliau menunjukkan dokumen administrative – bak rapinya serupa dengan dokumen-dokumen pada proses pelelangan. Lengkap foto copy kartu keluarga nama-nama yang disusulkannya ke Kantor Desa kami. Kebetulan ada pula Partai tertentu yang datang kerumah untuk menanyakan prihal warga yang belum didaftar dalam DPT. “ Saya dan Partai tertentu sudah memperjuangkan keluarga Bapak/ibu, demikian katanya. “ bersama ini saya serahkan formulir C 4 sementara asal keluarga Bapak / Ibu membuktikan dengan KTP di TPS nanti.

Disini persoalan selesai dan pada pagi itu kami mengunjungi TPS. Ketika menyerahkan formulir yang kami miliki – Petugas TPS menolah dan mempersilahkan untuk menanyakan ke kantor Lurah.

Secara tegas KPPS berkata : “ Silahkan Bapak /Ibu mengajukan klaim ke pihak Kelurahan. Disini kami hanya memproses sesuai dengan data DPT.. Ya apa boleh buat…

Kemudian Iseng – iseng saya mengirimkan SMS ke kerabat dan handai taulan yang mengeluhkan kegagalan menjadi pemilih. Kata berjawab dan bertubi – tubi balasan yang dikirim balik kepada saya :

– Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Turut berdukacita atas hilang kesempatan menggunakan hak pilih sebagai warga negara yang baik.

– Kasian deh…Gak bisa pilih partai SBY dong…. Uupps

– Ayo cepat lapor ke SBY… uni – Dasar KPU. Gak professional. Kerjanya Cuma ngabisin uang rakyat. Sedihnya lagi kok bisa anggota KPU terlibat langsung anggota tim teknis. Komplain ke Bawaslu…!! Uupps..

– Anggota TPS di kompleks saya di Bintaro juga ndak masuk DPT bunda…, demikian seorang staf di kantor menjawab.

– Welcome to the Club.. Pepi, kata keponakan dari Bali..

– Wah bagiku ndak penting ikut milih. Yang penting dagangan rendang dan ayam bakarku habis laris manis. Karena warung pada tutup..?? Sejak jaman pilkada Jabar kami sudah ndak pernah diikut sertakan… Samo awak mah Uni. Jan basadieh… ya.. ya tidak sedih.

– Yang ini komen family di Den Haag : Kami ndak ikut milih…walau tinggal datang ke KBRI. Terlalu banyak partai . lagi pula banyak caleg . Baruak – pai . Cigak nan tibo. Kasian deh…negara ku. Jidat saya berkerut apa pula maksudnya ..???

– Kemudian seorang Kakak sepupu yang sudah menetap di MB

– aussie membalas : “Alhamdulillah… Kalau parlemennya korup kita kan bebas dari pertanggungan jawaban karena kita tak milih mereka. Kami di MB juga gak nyontreng. Walau sudah mendaftar tapi.. surat suaranya tidak ada..! Jadi kami dipaksa jadi Golput juga… Evy..saking gembiranya jadi GOLPUT . sampai lupa memulai “assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh. “ Bunyi SMS kakak saya Aminudin Sanip ini membuat saya manggut manggut. Benar juga katanya..

– Aduh kasian saudaraku. Kalau Kompleks ilmuwan saja bisa luput bagaimana wilayah lain ? sabar… sabar..

Akhirnya kata Sabar…. Sabar…dan sabar …serta kata kasian…deh. mendominasi bunyi SMS itu.

Tidak lama kemudian datang telepon dari kakak-kakak saya. “ Sebetulnya kamu beruntung tidak bisa ikut Pilcaleg ini Ada hikmahnya dari Allah bahwa kamu terhindar dari pertanggungan jawab dalam menentukan pilihan bagi para calon anggota legislative itu. Aku bisa merasakan – bahwa betapa mengharukan apabila ada orang yang ndak bisa ikut pesta demokrasi. Padahal tadinya.. aku agak malas datang ke TPS. Sekarang coba kamu nyanyi lagu kebangsaan kita… Ada kalimat yang berbunyi : “ Itulah Indonesia ………… bukan ???

Karena dihibur sang Kakak – akhirnya saya tertawa garing…. Dan rasa miris hati hilang. Disini Saya pun merenung… apakah saya terlalu berharap dengan pesta demokrasi sebagaimana yang selalu saya “ cilotehkan “ tentang prilaku para caleg – caleg kita. Bukankah banyak juga caleg – caleg yang bersih dan berwibawa…..? Sekali lagi ..

Itulah .. Indonesia..

PUSPIPTEK, Tangsel 9 April 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: