Persahabatan Kepompong…

Sejak dari masa kanak-kanak doeloe hingga menginjak remaja saya adalah orang yang selalu membangga banggakan persahabatan. Bagi saya persahabatan sarana kita saling berbagi rasa  baik duka maupun bahagia.

Mengamati prilaku doeloe itu, ketika terdengar dentingan serta bunyi kring.kering sepeda pak Pos , membuatku segera menghambur berlari menuju si tukang Pos. Pak Pos pun akan tersenyum.. ketika wajah gadis remaja itu sumringah menyambut sepucuk surat darinya. Pak Pos adalah fasilitas fisik bergerak untuk pengantaran surat dan paket pos pada masa itu. Seorang Pak pos sudah paham betul tingkah laku pelanggan bila melihat seorang anak remaja menunggu surat-surat dari para sahabatnya.


Tidak melulu anak-anak remaja. Semenjak remaja hingga saat ini  – secara pribadi aku masih memiliki sahabat pena dengan seorang perempuan tua yang berusia sudah 87 tahun. Walau ia masih terbilang kerabat, apa yang ditulisnya sering mendera bathin ini ketika ia sering ia menulis : Evy,… mata mintuo sudah semakin kabur namun hati tak pernah suram…untuk berkirim surat padamu.

Lain kali beliau menulis : ananda Evy… mungkin ini surat Mintuo yang terakhir … entah umur panjang, Mintuo (’ Tante’) akan terus menulis surat padamu. … dan yang lebih menyentuh didalam suratnya ia sering menulis : “ Walau tangan tak mencapai biarlah hati yang menggapai……..

Aku meneteskan air mata karena terharu dan akhirnya merengek kepada – suami agar Ia bersedia mengantarkan aku ke kota tempat tinggalnya. Disinilah aku merasakan hikmat bersahabat dengannya – ia seorang isteri Mamak (Oom) – yang cerdas dan tidak pernah pikun karena usia. Walaupun ia saat ini sudah 10 tahun duduk dikursi roda. Walau tangannya yang semakin gemetar – karena kemampuan motorik berkurang – ia tetap rutin menulis surat kepadaku. Bagiku ia adalah bagaikan sebuah jembatan menuju masa lalu, yang kita tidak pernah ketahui dan kita alami. Dari para orang tualah kita mengenal dunia masa lalu.

Begitulah cerita tempo doeloe, bagaimana cara membangun jaringan persahabatan dikalangan anak-anak dan remaja. Dulu memiliki sahabat pena, tidak jauh berbeda dengan memiliki persahabatan dialam maya. Kita mengenal ratusan dan bahkan ribuan orang yang kita tidak bisa membayangkan wajahnya seperti apa. Putih ….  cakep ….  hitam … ganteng … rancak  ?. Yang pasti sahabat kita di alam maya –  semisal Group Google – Group yahoo – hanyalah, ketika  menilai bentuk tulisannya,  yang merupakan tutur kata dan kearifan yang dibawanya dalam ber milis.  Perlukah pertemuan di alam maya menjadi dialam nyata. Tergantung.. bagaimana kita menilai kelanjutan persahabatan itu. Sejauh mana kapasitas dan kepentingan dalam merealisasikan persahabatan itu menjadi pertemuan dialam nyata.

Seorang mahasiswa fakultas kedokteran mengartikan persahabatan sebagai berikut :

persahabatan itu bagaikan sistem endokrin. Contohnya, Renin-Angiotensin-Aldosteron.
Ketika volume darah berkurang maka reseptor renin di juxtaglomerulus ginjal mengirim sinyal ke sel angiotensinogen, Hormon untuk mengeluarkan angiotensin I yang selanjutnya akan berubah di paru-paru menjadi angiotensin II yang berfungsi untuk vasospasme. Keadaan volume darah akan kembali ke normal. Begitu pula jika volume darah berlebih maka mekanisme sebaliknya pun akan berlaku dan menyebabkan volume darah menurun dan kembali normal.

Aku menyimpulkan bahwa jika seseorang memiliki sahabat – akan menyembuhkan penyakit darah jangkung alias darah tinggi….. Betulkah ..? mari kita tanya sama Pak Dokter..

Lalu apa beda teman dengan sahabat ? pertanyaan ini ku coba lontarkan pada seorang anakku masih ABG. Wah.. tak kalah dengan pemikiran orang gedean ia bersuara : “ Ma..temen boleh banyak, tapi cuma beberapa orang dari mereka yang kita anggep sobat.
temen boleh tau banyak tentang kita, tapi sobat musti tau detail tentang RAHASIA kita..

Jadi… sahabat itu pasti teman kita, akan tetapi teman belum tentu sahabat…..

Nah dari uraian ku yang panjang ini ada sebuah lyric lagu dari Sindentosca Band yang berjudul Kepompong…., yang menurutku mengandung falsafah yang tinggi.  Amatilah lirik lagunya “

dulu kita sahabat
teman begitu hangat
mengalahkan sinar mentari

reff:
persahabatan bagai kepompong
mengubah ulat menjadi kupu-kupu
persahabatan bagai kepompong
hal yang tak mudah berubah jadi indah

dulu kita sahabat
berteman bagai ulat
berharap jadi kupu-kupu

* kini kita melangkah berjauh-jauhan
kau jauhi diriku karna sesuatu
mungkin ku terlalu bertindak kejauhan
namun itu karna ku sayang

Aku mengartikan lirik lagu yang dibuat oleh group band itu adalah ;  bahwa persahabatan adalah simbol dari keselarasan dan ke-egois-an kehidupan manusia…… Sesuatu hal yang tak mudah berubah menjadi indah. Persahabatan sering berakhir ketika maksud dan tujuan telah tercapai, seperti persahabatan didunia politik. Seorang politikus  menjelma menjadi kupu kupu dan  berpindah pindah karena mencari tempat untuk merasa nyaman…..

Sementara itu apa peranan Kepompong dalam perumpaan persahabatan ?

Ia adalah bagai rahim seorang ibu. Ia mengatur pernafasan makhluk hidup dengan sistem pernapasan yang canggih – yang  tidak mungkin mampu berbuat sendiri. Inilah bukti ke-Mahakuasaan Allah dan kasih sayang-Nya diantara sesama makhluk agar dapat meniupkan nafas kehidupan dengan mudah. Akan tetapi makhluk-makhluk yang yang berada dalam kepompong kini telah menjadi dewasa dan siap untuk keluar dan terbang, maka ia menjadi makhluk yang egois  dalam kehidupannya.

Walaupun persahabatan itu terkadang seperti mata dan tangan. Ketika mata menangis, tangan menghapus air mata. ketika tangan terluka – mata menangis. Ketika mata tidak bisa melihat – tangan membantu untuk meraba. Akan tetapi ia menganut  easy come…. Easy go…

Nah bagaimana dengan kita……???? Padahal sungguh aku menginginkan persahabatan itu seperti mata dan tangan….. dan bukan sebagai kepompong…     Bagaimana dengan Anda …….????


Tangerang, 13 November 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: