Kucing Garong dan Kucing Betina

Kala mengisi waktu senggang di kantor, paling asyik bersenda gurau tanpa topik yang jelas. Topik waktu itu ialah, bagaimana mengumpamakan pria yang nakal – kami menyebutnya sebagai ” kucing garong”. Seekor hewan jantan yang jalannya selalu mengendap-endap untuk mengintai mangsanya. Dengar pula sebuah nyanyian yang berjudul “kucing garong “. Masyarakat tidak ada yang protes bahwa lagu itu sebenarnya menyindir dunia pria yang nakal. Mengapa istilah ini muncul di kantorku ? Tidak lain, ketika memperbicangkan PNS yang hidupnya pas-pasan namun masih mampu memiliki isteri lebih dari satu. Dari mana uang untuk membiayai hidupnya…????? Kok bisa… ??? Dan mengapa ada pula wanita yang bersedia menjadi isteri keduannya ??

Ooh… semua itu mungkin saja terjadi. Bukankah larangan berpoligami semakin longgar. Dalam islam katanya sih… sah-sah saja. Apa iya…. ??? Padahal Islam mengatur perihal poligami, dalam Al Qur`an surat Annisa ayat 3 ; ” ada pengecualian bagi seorang pria memiliki lebih dari 1 orang hingga empat orang isteri, bila para wanita yang dinikahinya itu adalah ibu dari para anak yatim, telah hidup dalam atap yang sama dan dibawah perlindungan pria tersebut “. atau sebagaimana yang dikisahkan dalam Ayat-ayat Cinta yang sarat dengan nuansa agamis mengenai arti keikhlasan dalam mengarungi kehidupan. Ditunjukkan dalam kisah itu bahwa, betapun ada dorongan Aisyah – isteri Fachri – tokoh sentral kisah itu, agar bersedia menikahi wanita lain (Maria), sesungguhnya karena ia mengharapkan sesuatu dari pernikahan suaminya dengan wanita lain itu. Sebagai wanita ikhlaskah ia..?? Sesungguhnya tidak. Karena selain keikhlasan, ada lagi yang dipertaruhkan, yaitu rasa keadilan dari seorang suaminya. Beruntunglah kisah diakhiri dengan meninggalnya seorang madu dalam kisah itu. Barulah Aisyah bahagia. Bagaimana bila kisah ini berlanjut sampai pada akhir hayatnya ??? Wallahu alam…
Sesungguhnya ” ayat-ayat cinta ” tidak cocok antara judul dan alur kisahnya. Karena yang lebih cocok judul itu adalah ” ayat-ayat kehidupan “. Sebuah keikhalasan akan mempertaruhkan rasa keadilan. Keikhlasan adalah sikap manusia dalam memberi sesuatu. Sementara manusia akan menerima ridho Allah, yaitu sikap manusia dalam menerima sesuatu yang digariskan Tuhan seru sekalian alam.

Kembali kepada judul artikel, dalam kehidupan sekarang ini, akhirnya kami sepakat bahwa selain ada kucing garong tentu ada pula kucing betina. Seekor kucing garong cukup berseru ; meoooong…………meooong … Wah seketika itu pula….kucing betina segara mengenduskan ekornya pada sang kucing garong. la…… la……. la… Maaf… maaf pembaca.. Ini adalah fakta kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: