Pengamen

Di Indonesia hampir 30 tahun yang lalu, aku telah mengenal dunia pengamen. Umumnya mereka beraksi di bus-bus kota, diretoran-restoran atau mengunjungi rumah-rumah penduduk. Umumnya mereka bermodalkan gitar dan suara yang merdu. Mereka menghibur para penumpang, atau seseorang penikmat seni suaranya. Apabila kita cocok, dengan nyanyiannya, maka dengan senang hati kita merogoh kocek demi menghargai suara mereka. Semakin banyak “freshmoney” yang diterima, maka semakin tinggi nilai kreativitasnya.
Senimankah mereka ?. Tentu saja. Akan tetapi sayangnya, para pengamen di negara kita lebih banyak bertindak sebagai peminta-minta. Mungkin juga terpaksa berbuat demikian karena sadar bahwa keburukan suara dan permainnnya, sehingga ia lebih mengharap uang ketimbang menghibung sambil memperoleh uang. Seorang ” Andrea Hirata ” dalam buku ” endensor” nya berkisah bahwa, walaupun ia hanya seniman jalanan, ia telah menjelajahi 42 negara dengan gaya ” ikan duyung”.
Seorang pengamen semestinya menampilkan inovasi dan kreativitasnya. Pekerjaan yang kaya kreativitas, mempunyai keunikan dalam beraksi. Semuanya ini adalah hasil ekspresi dan improvisasi.
Dari negara benua selatan, kita dapat melihat spot mereka dalam halaman ini.

Satu Tanggapan to “Pengamen”

  1. Hi
    You have a great blog!
    Let me invite you to:
    eBambi
    Present yourself
    and meet your friends.
    Join now:
    http://www.ebambi.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: