Alam Terkembang Jadi Guru (2)

3. Malu yang tidak dapat dibagi :
Apabila merasa tidak percaya percaya diri berarti merasa diri kurang berharga dan ini merupakan kesia-siaan. Sedangkan terlalu percaya diri berarti merasa diri lebih berharga dan ini merupakan kegilaan. Harga diri pada setiap individu yang berguru kepada alam adalah sifat individu yang senantiasa menjaga keserasian antara keinginan (ego) dan kedudukannya serta mengukur antara kemampuan yang dimiliki dengan keinginan melakukan persaingan dengan pihak lain.
Bagaimana bila harga diri yang telah dimiliki ini menjadi jatuh ?, yaitu meletakkan harga diri lebih rendah dari pada orang lain. Tingkah laku ini, merupakan sesuatu yang memalukan dan aib menurut ukuran moral dan etika. Keaiban tidak bisa dimaafkan. Tidak dapat dibayar dan tidak dapat dibagi-bagi.
Ukuran manakan yang menyatakan malu yang tidak dapat dibagi itu ?, yaitu mengemis dan menjadi budak, berbuat kriminal dan melacur yang sama dengan menjual diri. Rasa malu ini akan melibatkan seluruh kerabat dan lingkungan masyarakat. Untuk menutup rasa malu dan menjaga harga diri, maka setiap individu diajarkan agar mampu memikul resiko dan konsekwensinya. Begitu pula pada masyarakat komunal yang disebut „Kaum“, agar harga dri tidak jatuh dan malu tidak dapat dibagi, maka menguapayakan agar dapat ditebus dengan apa saja. Sebagaimana pepatah yang menyatakan : „ Jika tidak air talang yang dipancung, tak ada kayu jenjang yang dikeping, tak emas bungkahan yang diasah“. Pepatah ini dapat diartikan secara harfiah atau secara kiasan.
Apabila mengalami harga diri yang dijatuhkan serta malu yang tidak dapat dibagi dengan cara penghinaan, maka beberapa pepatah menunjukkan bahwa setiap individu dapat melakukanlah pembalasan sebagai pepatah yang menyatakan „ musuh tidak perlu dicari, bertemu pantang dielakkan, terbujur lalu, terlintang patah.
Maksudnya kalau tidak mampu membalas biasa maka balasnya dengan cara yang tidak biasa. Caranya ? Mancido ( mencederai lawan), yaitu memukul dari belakang dengan menggunakan alat keras tanpa diketahui orang lain. Akan tetapi hal ini bertolak belakang dengan ajaran alam terkembang jadi guru.
Oleh karena itu gunakanlah ilmu dan akalmu, daripada berbuat kriminal. Hidup berakal, mati beriman, hingga mencapai tingkat kesabaran yang tinggi. Ilmu yang tinggi adalah sabar dan ilmu yang paling rendah adalah emosi.
Bersambung ……….Pola Awak Sama Awak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: