Ranah Hati 1 :KEDUDUKAN WANITA DALAM ISLAM

Hendaknya wanita muslimah bergembira dengan perlakuan islam kepadanya. Rasulullah telah mengistimewakan wanita saat beliau menyampaikan pesan agung pada haji Wada’.
Substansinya, agar laki-laki memenuhi hak-hak wanita, perintah mencurahkan kebaikan kepada wanita dan meperlakukan wanita dalam pergaulannya dengan baik.
Rasulullah bersabda, yang diriwayatkan oleh para periwayat sebagai berikut : “ Bertaqwalah kalian dalam meperlakukan terhadap wanita. (HR. Muslim 1218).
“ Hendaklah kalian memperhatikan kaum wanita dengan baik (HR. Al Bukhari
dan Muslim).

Hak – hak wanita dalam Islam :
Pada dasarnya wanita merupakan bagian masyarakat yang harus terjamin kehidupannya sepanjang masa, baik ia sebagai anak, isteri, ibu, atau saudara perempuan. Kaum laki-laki dari keluarganyalah yang bertanggung jawab atas kehidupannya, baik dalam kedudukan sebagai ; adik – kakak, bapak dan suami. Wanita tidak wajib menanggung nafkah keluarga atau menjadi pencari nafkah.
Allah berfirman :
“ Kaum laki-laki itu adalah pemimpin kaum wanita, oleh karena itu Allah telah melebihkan sebagian mereka (kaum laki-laki) atas bagian yang lain (kaum wanita), dan karena mereka (kaum laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari hartanya. (QS ; An Niaa / 4 : 34 ).

Hak materi yang dimiliki oleh Wanita yang berstatus isteri adalah “MAHAR “.
Dalam al Qur’an Surat An Nisaa ayat 4, tercantum ketentuan ini, yaitu :
Berikanlah mas kawin (mahar) kepada wanita ( yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepadakamu sebagaian dari mas kawin itu dengan senang hati, maka makan (ambillah) pemberian itu yang baik akibatnya.
Syariat Islam telah menjamin kepemilikan Mahar bagi wanita melalui beberapa aturan :
1. Syariat melarang penghapusan Mahar dalam pernikahan ;
Perlu koreksi total, apabila dalam upacara ijab kabul sang suami hanya menyerahkan seperangkat alat sholat dan sebuah al qur’an.
2. Wanita boleh menolak untuk hidup bersama suaminya, sampai Mahar diterima isterinya.
Syariat menjamin hak ini bagi wanita menolak diri kepada suami atau pindah kerumah suami sampai ia menggenggam mahar.
3. Mahar yang rusak di tangan suami sebelum diserahkan menjadi tanggungan suami.
4. Wanita berhak memiliki mahar secara utuh ketika suaminya meninggal setelah akad meskipun belum disentuh dan wajib diserahkan setelah jima’.
Hutang mahar statusnya sama dengan hutang lainnya. Ia tidak menjadi lunas karena kematian.

Kedudukan Wanita menurut Hukum Positif Indonesia :
Undang-undang telah menjamin kedudukan Wanita Indonesia, sehingga mempunyai kedudukan yang setara dengan suaminya. Suami sebagai kepala keluarga dan isteri sebagai ibu rumah tangga. Dalam kesetaraan tersebut perlu toleransi dan empati antara suami isteri.
Idealnya antara suami dan isteri terjalin kasih sayang dan empati timbal balik. Hubungan mesra keduanya sepantasnya tidak tergantung pada uang. Kerjasama dan saling mendukung antara suami isteri harus tetap terjaga.

Saat ini wanita Indonesia telah menduduki tempat yang sejajar dengan kaum laki-laki. Bahkan diantara mereka dapat melebihi kedudukan kaum laki-laki.
Dalam perspektif Islam bolehkan Suami Memakan Gaji Isteri ?
Jawabnya : Secara syarait secara penuh menjadi hak milik. Sang suami, tidak mempunyai hak sedikitpun dari harta tersebut. Kelemahan fisik atau statusnya sebagai isteri, tidak berarti boleh merampas hak miliknya atau memanfaatkan menurut kemauannya.
Namun dalam toleransi dan empati antara suami isteri, disyariatkan bagi bagi isteri untuk membantu suami, memberikan bantuan apa yang mampu untuk menopang kehidupan keluarga dengan jiwa dan ridha.
Betapa indahnya ketika Ummul Mukminin “Siti khadijah” – isteri Nabi, yaitu membantu Rasulullah Saw dengan jiwa, raga dan benda. Sungguh sebuah peranan yang besar seorang isteri bagi suaminya.
Indahnya kasih sayang, berawal dari kerjasama dan saling mendukung antara pasangan suami isteri, dalam mengayuh biduk rumah tangga didalam suka dan duka. Nah… bagaimana dengan Anda.. ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: