Hari Kedua : Merak – Palembang – Sungai lilin via Kabupaten Sukadana – 9 oktober 2007

Pada jam 00.15 , sampailah kami di pelabuhan Merak. Tak terkira jumlah pemudik yang akan menyeberang di pelabuhan antar pulau itu, menuju kampung halaman mereka, entah itu di Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang dan Jambi. Diantara mayoritas pemudik, ternyata kota tujuan di Sumbarlah yang paling dominan. Subhanallah ..

Alhamdulillah begitu kami sampai dibibir pelabuhan, 3 mobil kami menggenapkan jumlah muatan kapal. Dan sesaat kapal Ferry pun berangkat menuju Pelabuhan Bakauheni. Malampun menjelang jam 03.00 dini hari dan kami harus mencari tempat untuk makan sahur dan sholat subuh. Di jalan raya Bakauheni – Kalianda sebuah restoran menyediakan halaman yang luas serta musholla yang bersih. Di Restoran Simpang Raya pemudik makan sahur di mobil masing-masing sambil menunggu sholat subuh tiba.

Kami memilih jalur lintas timur Palembang – Jambi – Muaro Bungo – Darmasyraya (sebuah kabupaten baru di Sumbar). Bagi pemudik yang akan melalui jalur timur dapat menempuh perjalanan langsung dari Bakauheni menuju Palembang dan Jambi melalui Kabupaten Sukadana di Lampung timur. Aku sangat mengagumi wilayah ini yang dibangun Pemerintah secara serius melebihi pembangunan didaerah lain. Ada sedikit perasaan iri hati.

Mengapa tidak ? jalannya mulus, gedung pemerintahnya megah. Terus terang disini terdapat mayoritas suku Jawa dan Bali yang hidup dengan suasana dan nuansa kampung halamannya. Nama jalan. Kampung, dan desa telah berbau suasana Jawan dan Bali lengkap dengan Pura persembanhannya. Di kabupaten Sukadana terdapat perkebunan Gunung Madu yang luas dengan infrastruktur jalan yang mulus. Disini kita merasa bangga bahwa usaha swasta membangun perkebunan tebu untuk gula , dan singkong untuk (metahnol ?) dapat meningkatkan perekonomian negara ini. Jalan yang kami lalui ini tidak untuk kendaraan umum, sehingga jalannya sepi dan lancar.

Kami melakukan perjalanan secara santai dan berhenti sesuka hati, karena sopir cadangan kami (Ulil dan Aulia), belum terampil membawa kendaraan di lintas Sumatera itu. Kami memasuki Kota Palembang pada pukul jam 18.00 saatmagrib tiba. Alhasil perjalanan Serpong/BSD, Tangerang – Palembang, ditempuh selama 20 jam. Padahal sewajarnya perjalanan sejauh itu bisa ditempuh selama 14 jam saja sudah termasuk menyeberangi selat Sunda selama 3 jam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: