`mengumpamakan sebuah mimpi.. `

Posted in AGAMA DAN ROHANI dengan kaitan (tags) on Desember 24, 2009 by ~padusi~

Mengumpamakan sebuah mimpi, pada suatu hari, saya mendapat kunjungan  3 orang tamu dirumah saya. Saya tidak mengenal para tamu-tamu itu. Raut wajah yang datang atau profil mereka pun berbeda-beda, sesuai dengan peran yang dijalaninya. Meskipun saya  tidak mengenal secara mendalam siapakah tamu itu, namun saya mencoba menyambut tamu itu.

Bertanyalah saya – sebagai ibu dirumah ini kepada tamu-tamu saya.

“ Mohon maaf sebelumnya…para tamu yang terhormat. Saya tidak mengenal Anda. Apa yang bisa saya lakukan terhadap Anda ?. Marilah masuk kedalam rumah kami.

Dengan tawaran sesantun mungkin, maka masukkah para tamu  itu kedalam  rumah saya. Kemudian saya menyapa kembali para tamu itu.

” Dari wajah Anda, terlihat bahwa Anda telah menempuh perjalanan yang cukup panjang dalam kehidupan ini. Sehingga saya perlu meyuguhi sesuatu yang dapat melepaskan haus dan dahaga Anda semua.

Dengan takzim para tamu menyambut saya itu, kemudian salah seorang tamu itu berkata ;

Sebenarnya kami datang kerumah Ibu, untuk berbagi cerita dan pengalaman tentang rentang perjalanan yang ibu lalui bersama keluarga”.

“ Apa  maksud Anda ?? Apakah Anda ingin mengenal sesuatu yang menjadi kebanggaan kami  ? dengan cara angkuh saya bertanya kepada ketiga orang tamu itu.

Begitulah bu... Jawab para tamu itu serempak.

“ Kalau begitu lain kali saja kita lakukan pertemuan ini sehingga Anda dapat mengenal lebih dekat tentang keluarga kami “ kata saya kepada para tamu itu.

“ Baiklah.., kami akan datang pada saat yang tepat “ , kata para tamu kepada saya.

Sesaat itu pula saya menceritakan ikhwal kunjungan para tamu itu kepada Suami dan anak-anak saya. Ternyata kami sekeluarga memberikan respon yang baik atas kunjungan tamu dan bersiap menerima kunjungannya pada saat yang dijanjikan.

Dalam mimpi itu – suami saya mengarahkan agar mengatur pertemuan dengan para tamu itu, agar kita mengetahui maksud kunjungannya. ” Kalau perlu hidangkan mereka dengan hidangan makan malam yang lezat-lezat. Siapa   tahu ia akan memberikan keberuntungan terhadap kehidupan kita. Demikian arahan yang diterima kepada saya.

Pada saat yang disepakati bersama, diaturlah sebuah pertemuan menurut jadwal yang direncanakan antara Tuan rumah dan para tamunya.

Pada hari yang dijadwalkan,  datanglah para tamu kami itu. Masing-masing mereka memperkenalkan diri dengan nama – nama : Kekayaan, Kesuksesan, dan Cinta.

“ Hemmmm.. aneh juga nama-nama para tamuku ini, gumam saya.

Dikala mengawali perbicangan kami, didalam mimpi itu,  junjungan saya menginginkan KEKAYAAN – yang lebih dahulu untuk diajak berkenalan dengan kami.

“ Baiklah, kalau begitu, siapakah diantara kalian yang mesti kukenal lebih dahulu..?, kata saya

“ KEKAYAAN.. Silahkan engkau memperkenalkan dirimu. Mungkin engkat bisa membantu kami  untuk mendapatkan  harta yang berlimpah. Keluarkanlah kiat-kiatmu…!!, demikian seru saya  bersemangat.

Ternyata dalam mimpi saya itu – junjungan saya tak setuju dengan pilihan itu, namun sesaat kemudian Ia berkata :

Tunggu dulu sayangku, mengapa  kita tak mempersilahkan KESUKSESAN saja untuk berkenalan dengan kita? Kita tak memerlukan KEKAYAAN lagi. Sebab dengan KESUKSESAN membantu mewujudkan keberhasilan apa yang sudah kita raih selama ini.

Anak-anak bergumam serius. Ternyata, anak-anak  kami mendengarkan percakapan kami berdua. Mereka turut mengamati semua tamu-tamu orang tuanya itu. Mereka menilai tamu yang bernama CINTA memiliki profil wajah yang lembut dan menyejukkan. Berbeda dengan wajah Si KEKAYAAN yang sangar dan temperamental. Demikian pula si KESUKSESAN yang sombong dan angkuh. Akhirnya anak-anak kami mencoba mengusulkan kepada Papa dan Mamanya  – siapakah diantara mereka yang lebih dahulu diajak bicara.

Kata mereka : “ Pa .. Ma….Alangkah baiknya, jika kita mengenail CINTA lebih dahulu. Bukankah Papa dan Mama akan lebih nyaman dan hangat jika berbicara dengan CINTA. Kita semua akan mendapatkan kunci keharmonisan, kebahagian dari padanya di keluarga kita.

Sesaat itu saya  terkesima dengan pernyataan buah hati saya yang ternyata sangat cerdas.

“Baiklah anak-anaku, marilah kita berbicara dengan CINTA . Dengan CINTA kita bersantap malam bersama.”, kata junjungan saya.

Dengan CINTA kita bercengkrama dan bersenda gurau “, kata Saya.

Dengan CINTA kita berdampingan dengan papa dan mama ‘ , kata anak – anak kami.

Akhirnya kami semua menemukan kesepakatan, dan mengutus saya berbicara dengan salah seorang tamunya.

Saya bertanya kepada mereka : “Siapa diantara kalian  yang bernama CINTA? Ternyata Anda menjadi tamu terhormat kami pada  malam ini.”

CINTA pun bangkit. Dan…… seketika itu pula tamu yang bernama KEKAYAAN dan KESUKSESAN serta merta bangkit pula.

Dalam mimpi itu kami terheran-heran melihat gelagat tamu-tamu kami itu. Apa gerangan  yang terjadi ?. Salahkah kami menjatuhkan pilihan terhadap CINTA ?.

Karena melihat ada sesuatu reaksi diluar perkiraan kami , maka bertanyalah saya itu kepada si KEKAYAAN dan si KESUKSESAN.

“Aku hanya ingin mengenal lebih banyak tentang CINTA,  sesuai dengan harapan anak-anak saya. Mengapa kalian berupaya pula untuk menyamai CINTA ?.

Kedua orang tamu yang bernama KEKAYAAN DAN KESUKSESAN itu menyahut secara bersamaan.
“ Ibu .. sesuangguhnya Anda adalah seorang isteri dan sekaligus Bunda dari anak-anakmu. Anda telah menjalankan tugas selaku  tiang utama dalam rumah ini. Kami berdua ( sambil menunjuk dirinya dan temannya) yaitu KEKAYAN DAN KESUKSESAN berkunjung kerumah Anda untuk memenuhi kebutuhan Anda saat ini. Ternyata Anda memilih CINTA,  dari pada KEKAYAAN dan KESUKSESAN. Kami berdua akan selalu mengiringi CINTA sampai dimana dan kemanapun ia berada. Dimana ada CINTA, disana ada KEKAYAAN dan KESUKSESAN.

Kemudian Keduanya KEKAYAAN dan KESUKSESAN melanjutkan perbicangannya lagi.

“ Ketahuilah… sesungguhnya kami berdua ini buta – mata dan buta hati. KEKAYAAN tidak bisa berjalan sendiri tanpa diiringi CINTA. Demikian pula KESUKSESAN akan berjalan meraba-raba jika tidak didampingi CINTA. Dengan CINTA lah, kami bisa melihat. Hanya CINTA yang bisa memberi petunjuk arah kebenaran.  CINTA – adalah mata untuk kekayaan dan kesuksesan secara benar. CINTA lah yang menjadi Inspirasi bagi kehidupan setiap keluarga. CINTA akan membimbing setiap keluarga menapaki perjalanan panjang kehidupan kalian.

Seketika itu pula, puaslah rasa hati ini mendengar penjelasan para tamu kami itu.

Saya terjaga dari mimpi atau angan-angan itu. Nyatanya apa yang diumpamakan dalam mimpi itu, saya menemui kenyataan dengan seorang tamu yang bernama CINTA datang dalam kehidupan saya. Ketika saya dirundung kecemasan CINTA itu datang menelpon saya, sambil memberikan pencerahan hati melebihi apa yang saya inginkan.  Apa yang Ia tebak terhadap diri saya persis sama dengan mimpi atau angan diatas bahwa, ternyata saya selama ini lebih mengedepankan  KEKAYAAN dan KESUKSESAN dalam menjalani hubungan antar manusia. Meski telah melakukan kontak  vertical dengan penguasa alam semesta ini, dalam sholat malam, sholat dhuha, dan amal ibadah lainnya. Meski lidah saya sebagai kemudi didalam melafazkan asma Allah,  ternyata saya telah mengabaikan cinta kepada sesama.  Saya terlalu banyak menuntut amal kebajikan orang lain, sehingga saya menjadi sombong terhadap amalan saya sendiri. Barangkali  itulah sebagian dari kita, dalam menyikapi suatu ibadah dan muamalah. Akhirnya Allah SWT mentertawakan saya. Allah SWT memberikan suatu ujian keimanan dan ketakwaan atas rencana-rencana Allah yang disebut Qadhar. Hingga sampailah kita pada keputusan Allah yang dinamakan Qadha.

Pertanyaan saya, Bisakah saya mendahulukan CINTA dalam silaturahmi sesama manusia ?. Seperti yang dilakukan beberapa orang yang memberikan perhatian kepada saya ? Yang turut mendoakan saya secara ikhlas. Barangkali ini menjadi bahan koreksi dan mudahan akan menjadi pengobat bagi gangguan jasmani saya saat ini.

Silaturahmi sesama dalam wujud memberi perhatian – mengayomi – welas asih – menyantuni anak yatim dan kaum dhuafa adalah realisasi dari Cinta sesama itu. Bahkan bila perlu – akan di wariskan kepada keturunan kita sebagai warisan hati nurani yang tak ternilai harganya. (sumber ; anonymous – hh).

` arafah panggung replika padang mahsyar `

Posted in AGAMA DAN ROHANI dengan kaitan (tags) on November 25, 2009 by ~padusi~

Perjalanan ibadah haji adalah perjalanan rohari dalam memenuhi panggilanNya untuk menunaikan rukun islamyang kelima bagi yang mampu. Mampu secara bathin karena adanya keinginan dan kemauan untuk beribadah untuk mengharap ridho Nya serta memohon ampun kepada Nya, sehingga seseorang akan menjadi hamba yang sebenar-benarnya muslim setelah rukun islam yang ke lima ini.

Disaat keberangkatan akan terasa perjalanan haji itu memang lain. Ini adalah perjalanan memenuhi panggilan Allah SWT. Bagi yang belum berkemampuan, berbondong-bondonglah mereka melepas keberangkatan para calon haji itu, seraya menitipkan pesan dan harapan agar mereka diberi keluangan waktu dan biaya untuk turut menunaikan ibadah ini.

Kita tidak habis mengerti – mengapa setelah itu orang yang sudah menunaikan ibadah ini – menambahkan gelar di depan namanya. Apakah ini menyangkut harga diri dan kehormatan atau tingkatan harkat manusia, dihadapan manusia ? Entahlah..

Barangkali pada masa dahulu – ketika perjalanan menunaikan ibadah haji terasa sulit,  tidak semudah seperti sekarang ini – yang hanya berjarak tempuh selama sembilan jam, Tentu terasa agak aneh, jika pemberian gelar Haji itu setara dengan peningkatan martabat para haji itu.

Sesungguhnya, pelaksanaan ibadah haji merupakan manifestasi persaudaraan muslim sedunia,  karena haji merupakan muktamar tahunan atau silaturahmi akbar baik di kota Makkah almukaramah maupun di Madinah. Pertemuan muslim sedunia itu, juga bagaikan muktamar bangsa-bangsa. Disini kita saling membawa budaya masing-masing, dengan aneka ragam budaya dan tingkah laku. Cara mereka mendirikan sholat, terkadang ada yang berbeda dengan cara yang biasa kita lakukan. Meskipun demikian, ada kesamaan pedoman kiblatnya yaitu Baitullah dan hubungan bathin dengan Allah SWT. Dari sini kita dapat memetik 2 hikmah pernyataan keislaman kita,  yang diucapkan dalam ikrar 2 kalimah Syahadat, yaitu : Baca selebihnya »

” antara kebenaran dan kemenangan “

Posted in PUISI dengan kaitan (tags) on November 11, 2009 by ~padusi~

ANTARA KEBENARAN DAN KEMENANGAN

Benar karena sesuai dengan kenyataan
Betul karena tidak ada yang salah
Benar berupaya untuk tidak memihak
Benar benar karena bersungguh sungguh

Membenarkan berupaya meluruskan
Membenarkan berupaya menjadikan benar
Membenarkan meng iya kan suatu keadaan
Membenarkan mendukung sesuatu kebenaran

Sulitkah menegakkan kebenaran
Sulitkah mengungkapkan keadaan
Sulitkah mengungkap kejujuran
Sulitkah mencari keadilan

Kemenangan karena dapat mengalahkan
Bila Kemenangan sebagai usaha tidak ingin dikalahkan
Bila kemenangan didukung karena kepalsuan
Inilah yang dinamakan menang-menangan

Di negeriku yang indah permai
Betapa sulit membela dan mencari kebenaran
Betapa sulit menegakkan keadilan
Karena lebih mudah untuk menang-menangan

Saatnya kita bicara tentang “ lidah, mulut dan bibir “

Posted in AGAMA DAN ROHANI dengan kaitan (tags) on September 17, 2009 by ~padusi~

Copy of 100_0038Lidah, mulut dan bibir adalah tiga serangkai yang ber sinergi untuk bekerja sama sebagai indera manusia, yaitu indera wicara dan indera pengecap. Kerjasama anggota tubuh  ini juga saya lakukan ketika saya menghisap Asi eksklusif ibu saya, ketika pertama lahir kedunia ini. Kemudian secara berturut – turut saya makan dan minum dari mulut. Berbicara dan berkomunikasi melalui  lidah.  Terkenal dan diperbincangkan karena bibir, yang disebut buah bibir. Berkata yang baik atau bermanis – manis dalam berkomunikasi disebut manis mulut. Meskipun manis mulut artinya ; “ lain dimulut lain dihati. Mengandung makna kepalsuan.  Saya pun bisa terfitnah karena lidah atau tanpa sengaja mengfitnah orang lain karena lidah. Bahkan saya bisa adu mulut dengan orang lain, bilamana ada perbedaan tajam diantara saya dengan lawan bicara. Hanya saja apa yang Anda harapkan dari keseharian saya tentunya, jika saya merasa bahagia pasti secercah senyum manis akan tersungging dari bibir saya.

Kita berkomunikasi dan bergurau dalam kosa kata yang jelas diterima oleh lawan bicara kita, melalui tiga komponen ini. Dalam penekanan suara tertentu melahirkan percakapan yang enak didengar dan kadang mampu memancing emosi lawan bicara. Silahkan Anda interpretasikan wujud komunikasi itu…

Sebuah komunikasi, mengeluarkan kata-kata yang bermakna – sebagai olahan pikiran atau pendapat. Ia juga bisa berasal dari hasil rekaman mata – kemudian direspon otak yang melahirkan suatu percakapan.  Hanya bahasa kalbu yang tidak bisa diketahui oleh siapapun,  kecuali Allah SWT.

Baca selebihnya »

Saatnya kita bicara tentang ” telinga “

Posted in AGAMA DAN ROHANI dengan kaitan (tags) on September 8, 2009 by ~padusi~

http://www.topnews.in/gene-discovery-sheds-light-critical-proteins-function-hearing-2205046

Pada artikel yang lalu, saya telah mengupas tentang Mata, baik mata sebagai indera penglihatan maupun mata sebagai jendela jiwa. Ternyata didalam kehidupan kita ini, ada 8 jenis mata yang masing-masing memiliki arti kiasan yang berbeda-beda. Mata lah yang paling menguasai diri kita. Lebih – lebih disaat mengantuk. Sebagus apapun keinginan kita melihat sesuatu, jika ia meminta dilelapkan, maka mau tak mau kita dibuatnya tertidur.

Dari tinjauan kalbu, maka untuk memperoleh kecerdasan hati kita harus mengasah mata hati. Kecerdasan hati adalah wujud dari tingkat keimanan seseorang. Allah SWT, berfirman dalam surah Al Isra’, ayat 72 ; Barang siapa buta (hatinya) didunia ini, maka diakhiratkan dia akan buta dan tersesat jauh dari jalan (yang benar).

Baca selebihnya »

Saatnya kita bicara tentang “ Mata”

Posted in AGAMA DAN ROHANI dengan kaitan (tags) on Agustus 12, 2009 by ~padusi~

180px-Menschliches_auge

Mata

Mata adalah bagian dari panca indera –  penglihatan yang mampu  mendeteksi cahaya. Tugas mata yang paling sederhana tak lain hanya mengetahui apakah lingkungan sekitarnya adalah terang atau gelap. Mata yang lebih kompleks dipergunakan untuk memberikan pengertian visual. Secara metafora, mata manusia sering dianggap sebagai “jendela jiwa“. Sebagai jendela jiwa, saya bisa merasakan sesuatu ketika memandang mata seseorang.

Doeloe saya sangat mengerti sekali, ketika ada sesuatu yang tidak disukai Ibu saya . Ini diketahui dari cara pandang matanya kepada saya. Dengan kedipan matanya– heemm ..mungkin agak sedikit membelalak – saya sudah paham bahwa ia tidak suka. Menyuruh sesuatu atau yang bersifat laranganpun cukup dengan mata. Begitu pula ketika matanya yang bersinar – menunjukkan rasa senang dan kebanggaannya. Sangat efektif sekali rasanya. Bagaimana dengan saya…?, Sambil angkat bahu – dan berkata ..” entahlah”, saya tidak tahu, apakah anak – anak saya paham akan sikap seperti yang dilakukan ibu saya….???  Yang jelas untuk mengiringi pandangan mata saya atas prilaku mereka yang tidak saya sukai, saya benar benar mendelik dulu. Eh… bukannya mereka menjadi takut, malahan mereka tersenyum geli – melihat tingkah saya itu. Akhirnya terpaksa juga keluar semua perbendaharaan bahasa saya. Bukankah kemampuan bicara kaum wanita adalah tiga kali lipat dari kaum pria. Atau vocab kaum pria hanya 7000, sementara wanita memiliki 21.000.

Baca selebihnya »

Mengudaralah layang layangku….

Posted in PUISI dengan kaitan (tags) on Agustus 10, 2009 by ~padusi~

layang 2

Wahai layang – layangku..

Mengudaralah engkau ke angkasa semampumu
Ada penganjungmu yang kokoh menegakkanmu
Ada naluri dan bathinmu yang akan menjadi terajumu

Akan ada matahari bersinar yang memberimu cahaya
Akan ada angin yang berhembus yang membuatmu terbang elok
Bukankah dirimu dibuat elok karena adanya kasih sayang
Bukankah dirimu menjadi perkasa berkat siapapun yang mendoakanmu

Jika ada angin sepoi sepoi tersenyumlah
Ajaklah layang layang lain menikmati kegembiraanmu
Jika ada angin kencang, pintar – pintarlah engkau bertahan
Pelayarilah arah angin agar engkau tidak jatuh menukik ke bumi

Seumpama engkau mesti turun suatu waktu nanti
Janganlah ada penyesalan pada dirimu
Karena engkau berjalan karena suratan nasib yang engkau upayakan
Dan ada takdir yang benar benar menjadi kekuasaan Allah

Penganjungmu berkata : Berdoalah dan selalulah berikhtiar
Agar engkau bisa menjadi manusia yang bernilai………
Doa akan senantiasa mengiringimu layang layangku…

Puspiptek, Serpong, 9 Agustus 2009

catatan : luahan hati seorang ibu disaat melepas anaknya pergi merantau …

Pada Sebuah Kapal….

Posted in AGAMA DAN ROHANI, MY STORY dengan kaitan (tags) on Agustus 4, 2009 by ~padusi~

0bb066b4Lili_Aini_ViewofSitiNurbaya

Angka itu belum mencapai angka tahun perak. Angka yang dicita-citakan oleh pasangan yang ingin meraihkan kebahagian dalam rumah tangganya. Kami baru menapaki bahtera rumah tangga selama 24 tahun. Setara angka dua lusin. Belum apa apa dibanding dengan handai tolan yang telah menapaki bahtera rumah tangga melebihi angka ini.

Duapuluh empat tahun yang lalu pula, nakhoda kapal kami mengucapkan lafaz ijab kabul, didepan penghulu yang disaksikan para kerabat dan handai taulan. Sang Nakhoda dan Mualim berjanji untuk melayarkan kapalnya menjadi keluarga sakinah ma waddhah wa rahmah. Nakhoda dan Mualim sadar bahwa lautan yang akan dilayari tidak selamanya tenang. Ada angin yang membuat arus dan gelombang. Terkadang laju bersama gelombang dan terkadang oleng karenanya. Alhamdulilah kapal yang kami lalui

tetap seimbang dalam pelayarannya, berkat keahlian nakhoda mengatur pelayaran. Nakhoda harus tegas dan kalau perlu bersikap otoriter demi menyelematkan penumpangnya. Ini adalah kewajiban agama yang diperintahkan Allah kepada nakhoda nakhoda kapal.

Didalam kapal itu telah ada 4 orang penumpang, yang akan diseberangkan sang nakhoda dan mualim. Sungguh tugas yang berat dan mulia. Ini amanah di mata Allah. Satu persatu penumpang itu akan kami turunkan pada tempat tujuannya. Yaitu pada pelabuhan kehidupan yang sudah pasti.

walau kami tidak mampu menciptakan teladan yang dilakukan oleh keluarga Imran, namun kami senantiasa berharap agar segala nasehat Imran kepada anak-anaknya dapat kami lakukan.

Berkatalah Nakhoda pada penumpangnya. “ Berjalanlah engkau Nak… Papa telah mengiringimu hingga tujuan yang engkau cita-citakan. Awalilah langkahmu dengan mata menatap kedepan. Sesungguhnya ribuan langkah yang engkau lalui – selalu berasal dari satu langkah. Berpesan Mualim kepada penumpang. “ jika engkau tersandung – tetaplah engkau berdiri dengan hati yang tegar. Masih panjang perjalanan yang akan engkau lalui. Kasih Ibumu akan selamanya mengiringi perjalanan hidupmu hingga maut datang memisahkan dirimu dan ibumu.”

Dua puluh empat tahun yang lalu, pula kami memakai pakaian kebesaran. Menjadi raja sehari. Yang disanjung. Yang diiringi doa dari segenap sanak family. Walau ada riak dan gelombang, namun kami meyakini itulah namanya dinamika kehidupan. Terasa manis bila kita sadar bahwa ujian dan cobaan selalu diberikan pada hambanya yang beriman.
Doa kami semoga Allah SWT, senantiasa melindungi keluarga kami dari ketidak mampuan kami menjaga janji janji Allah yang telah memberikan kami keberkahan, rezeki yang bermanfaat serta limpahan rahmat dan nikmat lainnya.

“ Fabiayyi ala hirabbikumaa tukazdzibaan…. Nikmat mana lagi kah yang engkau dustakan… Demikian salah satu bunyi firman Tuhan.

“Ya Allah… jika mengingat nikmat yang telah Engkau berikan itu, ternyata kami sia-siakan – rasanya kami

termasuk orang yang tidak bersyukur dan merugi. Karenanya…. ampunilah dosa kami. Berkahilah selamanya kehidupan rumah tangga kami. Jauhkan kami dari segala fitnah dan godaan yang datanganya tanpa kami sadari. Karena mungkin berasal dari diri kami. Tetapkanlah diri kami menjadi suri tauladan bagi anak-anak kami dan handai taulan yang telah terjalin silaturahminya dengan kami. Amiin .. Amiin ya Rabbal al

amiin.


Puspiptek, Tangerang Selatan, 4 agustus 2009

Semalam di Kuala Lumpur dan dipagi hari

Posted in RAUN RAUN & TRAVELLING dengan kaitan (tags) on Juli 16, 2009 by ~padusi~

1Cerita kali ini, saya akan mengkisahkan tentang suasana bathin saya ketika berada di negara rumpun melayu ini, seputar kuliner, body language, kreativitas bangsa serumpun ini. Saya mencermati benar sikap dan prilaku mereka, khusus kaum wanitanya. Saya kagum kepada keanggunan wanitanya yang tetap konsisten berbaju melayu. Saya memandang mereka bagaikan ibu saya, walau mereka masih muda dibanding saya. Kala dulu – ibu saya – sering menggunakan dan membuat baju ini. Masih ingat bagi saya, bagaimana cara memotong pola, kemudian menjahitnya. Ada Siba, yaitu sampiran baju yang bersambung pada lengannya yang lebar. Potongan inilah yang menyebabkan lekuk tubuh kita tidak kelihatan. Akhirnya saya jadi teringat akan baju kurung buatan saya sendiri, kala gadis doeloe.

Saya membuatnya untuk keperluan menyambut hari yang terindah dalam kehidupan saya seperti baju kurung untuk wisuda, bahkan  saya membuatnya menjadi pakaian pengantin yang bersulam benang emas.  Inilah yang saya banggakan sebagai gadis minang 25 tahun yang lalu – walau saya tetap menjadi remaja ibukota kala itu. Kemudian saya berkesimpulan dalam hati – bahwa ibu saya berhasil membangun  jati diri putri-putrinya menjadi gadis minang sejati di rantau orang, sementara saya sekarang ini belum tentu mampu membangun jati diri minang, terhadap puteri saya sekarang ini. Itulah obsesi sebuah baju kurung dimata saya.

1Semalam di Kuala Lumpur, kami nikmati jalan-jalan dengan bermacet-macet ria. Untuk menuju sentra bisnis bagi kalangan wisatawan di Bukit Bintang, kami harus duduk berjam – jam didalam mobil. Ditingkahi hujan yang luar biasa lebatnya kala itu, membuat kami termangu-mangu tak berdaya di dalam mobil. Wilayah yang satu ini adalah kawasan mal serta plaza. Anak-anak protes jika cari makan malam disana. Mereka ingin makan di kaki lima. Ingin makan pratha, tandhori, karee, nasi lemak, serta jajanan melayu jika itu ada. Baca selebihnya »

Melancong ke negeri Jiran : Singapore – KL

Posted in RAUN RAUN & TRAVELLING dengan kaitan (tags) on Juli 7, 2009 by ~padusi~

“ Nikmat mana lagi yang engkau dustakan…, demikian antara lain firman Allah SWT, yang disampaikan secara berulang ulang dalam Surah Ar – Rahman, untuk kita pahami agar kita selalu bersyukur kepadaNya. Saya termangu – mangu duduk diatas mobil yang kami tumpangi di jalan tol yang menghubungkan Singapore – Kuala Lumpur kala itu. Saya hanyalah rakyat biasa, namun saya mensyukuri betapa nikmat Allah yang diberikan kepada saya – akan saya nukilkan dalam kisah perjalanan, yang tidak saja bermanfaat bagi diri sendiri akan tetapi juga bari orang lain hendaknya.

Jam menunjukkan pukul 10.00, ketika kami meninggalkan rumah di Singapore menuju Malaysia. Di Center point, Singapore, cukup lama petugas administrasi memeriksa semua paspor penumpang yang berjumlah 7 orang termasuk seorang sopir. Perbatasan S’pore dengan Johor – Malaysia dilakukan dengan melintasi laut sepanjang k.l 1 km. Dan tanda perbatasannyapun cukup rumah kecil yang tak ada istimewanya. Terdapat perubahan yang cukup pesat pada ujung Semenanjung Malaysia ini. Center point, Johor – untuk pemeriksaan paspor lebih besar. Jembatan layang yang menghubungkan hingga jalan lingkar luar Negeri Johor – sudah sangat rapih. Lalu lalang pelintas batas antar kedua negara cukup padat. Mereka adalah para pekerja yang bekerja di Sinagpore dan berdomisili di Negeri Johor ini. Mereka menggunakan “ motorsikal “ sahaja.

Terasa ada perbedaan mencolok antara Malaysia dan S’pore. Memasuki Malaysia terasa kita masuk wilayah Sumatera. Bahasa Melalyu “ yang cukup aneh bagi kita membuat suasana di mobil kami mejadi gaduh.

“ Woww.. ada kedai gigi”, salah satu anak kami memulai pembicaraan. Saat itu diperjalanan banyak sekali kedai gigi. Maksudnya adalah di Indonesia disebut “ tukang gigi”.

“ Wah ada “pengurup uang berlesyen”. Geli juga kami mengartikan istilah itu. Kami menanfsirkan pengurup uang itu adalah “pengeruk uang”. Dalam bahasa kita berarti mengeruk uang secara tidak halal. Sehingga diartikan sebagai koruptor.

Banyak yang aneh dikuping kita , seperti :

Ind – English Malaysia Ind – English Malaysia
custom Clearence Kastam Petugas tol juru tol.
highway lebuh raya Kasir juru wang
show room untuk penjualan mobil Toko kereta baru hotel Rumah tumpangan
bengkel motor servis motorsikal Money changer Pengurup uang berlesyen
Salon kecantikan Salun gunting rambut dan persolekan staff Kaki tangan
Jual mobil bekas Jual mobil terpakai distributor pengedar

Di Malaysia ini banyak sekali “ pengedar”, yang di Indonesia selalui ditafsirkan sebagai penjual barang haram. Ternyata pengedar itu adalah distributor

“ kok kita tidak menemukan rumah sakit korban laki-laki ya…….kata saya.  Ternyata istilah ini sudah tidak kita temukan lagi. Istilahnya telah berganti menjadi “ klenik kesuburan”.

Mulailah mobil kami melaju dengan kecepatan tertentu  menuju KL, sejauh 385 km. Dikiri kanan jalan sejauh mata memandang yang terlihat adalah pepohonan kelapa sawit. Aku hanya tercenung … ini kah negara yang diam-diam telah membangun negaranya dari hasil perkebunan kelapa sawit melalui ekspor CPO terbesar didunia. Mereka banyak menggunakan  pendatang haram dari Indonesia sebagai buruhnya.

Konon kabarnya, banyaknya “pendatang haram” istilah Malay, bekerja di Malaysia ini tidak lain dari kecerdikan para cukong dengan aparatnya. Sewaktu mereka datang tidak berlesyen, aparat menutup mata. Setelah proyek/pekerjaan  selesai, barulah mereka memulangkan dengan istilah “ pendatang haram.”

Memasuki jam makan siang kala itu, kami beristirahat di pinggiran Lebuh Raya (tol), pada  kawasan Medan Selera (food court) dengan manikmati masakan khas melayu di wilayah Seremban Negeri Sembilan. Medan Selera ditandai dengan bangunan atap bagonjong – bangunan ba‘ rumah gadang di Ranah Minang. Lebih lebih suasana Minangkabau – akan terasa, manakala kita berjumpa dengan wanita berbaju kurung – ba‘ amai amai kita serta Datuk yang kita jumpai di kota Bukittinggi. Yang terasa dihati saya kala itu : „ ondeh lai basobok jo dusanak awak mah…“. Di Kedai – kedai selera itu, ada masakan balado dan ada yang bersantan. Semua menerbitkan air liur, kamai yang tengah dilanda rasa lapar, seperti : sayur pucuk Perancis, gulai rebung, terong balado, gulai basantan. Alah mak… batitiak salero… Murah meriah dengan hitungan RM, yang jika dirupiah sama Rp 30.000,- per kepala. Nah.. lagi – lagi teringat saya akan negara kita, mengapa ditempat peristirahan di  Lebuh Raya, semisal Jakarta – Cikampek –  Cipularang, Bandung, justru yang menonjol adalah hasil makanan bangsa bule. Seperti Pizza Hurt, AW, KFC, M’donald. Tolonglah dikoreksi oleh Penguasa baru nantinya, demikian saya berharap.

Ketika kami sampai di KL, semula kami merencanakan naik Menara Petronas yang menjadi kebanggaan bangsa ini. Ternyata kesempatan kami untuk naik ke Menara Petronas – kali ini gagal, tidak seperti sebelumnya. Tiket „ percuma“ yang ingin kami peroleh keburu habis. Kami berharap besok hari dapat memasuki Menara itu, seperti tahun lalu. Oleh karena itu, waktu luang yang ada kami gunakan untuk berkunjung ke Genting Highland sekarang. (bersambung)